Sistem Pelumasan dan Pendinginan

Sistem Pelumasan dan Pendinginan

A. PELUMASAN

Pelumasan adalah proses memberikan lapisan minyak pelumas di
antara dua permukaan yang bergesek. Semua permukaan komponen
motor yang bergerak seharusnya selalu dalam keadaan basah oleh
bahan pelumas. Fungsi utama pelumasan ada dua yaitu mengurangi
gesekan (friksi) dan sebagai pendingin. Bila terjadi suatu keadaan luar
biasa, dimana sistem pelumasan tidak bekerja, maka akan terjadi
gesekan langsung antara dua permukaan yang mengakibatkan timbulnya
keausan dan panas yang tinggi. Bahan pelumas di dalam mesin
bagaikan lapisan tipis (film) yang memisahkan antara permukaan logam
dengan permukaan logam lainnya yang saling meluncur sehingga antara
logam-logam tersebut tidak kontak langsung. Selain seperti yang
diterangkan diatas, bahan pelumas juga berfungsi sebagai sekat (seal)
pada cincin torak yang dapat menolong memperbesar kompresi motor.

Gambar 9.1 Pendinginan dan pelumasan
pada mesin sepeda motor

Kegagalan pada sistem pelumasan tidak hanya berakibat
rusaknya sepeda motor tetapi juga dapat menimbulkan kebakaran dan
kecelakaan pengemudi. Kebakaran akan terjadi disebabkan oleh bagian
yang panas dapat melelehkan pembalut kabel dan karenanya akan
segera terjadi hubungan singkat dan percikan api. Bahan bakar bensin
menyambar percikan api dan akan terjadi kebakaran.

Pelumasan dinding silinder merupakan bagian yang penting untuk
diperhatikan. Fungsi pelumasan disini sebagaimana dikatakan bukan saja
untuk mengurangi gesekan tetapi juga untuk perapat. Dengan adanya
minyak pelumas antara ring piston dan dinding silinder maka diharapkan
kebocoran kompresi dari langkah usaha dapat dihindarkan. Untuk
menjamin pelumasan dinding silinder maka dipasang ring oli. Ring oli
tidak dapat bekerja dengan baik jika pelumas terlalu kental, atau bila
terjadi lumpur (sludge) pada celah ring.

Begitu pentingnya fungsi dan peran minyak pelumas, maka
diperlukan sistem pelumasan yang bekerja dengan pasti, mudah dikontrol
dan dipelihara.

Fungsi minyak pelumas secara keseluruhan ialah untuk
mencegah atau mengurangi:

1. Gesekan
2. Persentuhan bidang kerja
3. Pemanasan yang berlebihan
4. Keausan
5. Karatan
6. Pengendapan kotoran
Jika sistem pelumasan pada suatu mesin tidak dilakukan maka
akan mengakibatkan hal-hal berikut ini:


Bagian peralatan yang bergesekan akan cepat aus.

Timbulnya panas yang berlebihan;

Tenaga mesin berkurang;
• Timbul karat/korosi;

Umur pemakaian berkurang.
Sehingga pelumasan yang teratur dan selalu memperhatikan
mutu minyak pelumas dapat memperpanjang usia motor bakar terhadap
kerusakan, karena terhindar dari:

1. Keausan silinder
2. Terbakarnya bantalan
3. Pengotoran busi
4. Kemacetan cincin-cincin torak
5. Pelumpuran
6. Deposit
7. Pemborosan bahan bakar

B. PELUMASAN PADA SEPEDA MOTOR EMPAT LANGKAH
Bahan pelumas harus dapat didistribusikan secara meyakinkan ke
semua bagian yang memerlukan. Ada tiga jenis pelumasan pada motor
empat langkah:

a.
Boundary lubrication, yaitu bila permukaan bearing dilapisi
dengan lapisan halus minyak pelumas. Lapisan minyak pelumas
ini mempunyai keterbatasan. Bila kekuatan atau berat komponen
melebihi batas kemampuannya, maka lapisan tersebut dengan
mudah hancur dan akan terjadi keausan.
b.
Pelumasan tekan (thin film lubrication), yaitu pelumasan antara
dua permukaan juga, tetapi minyak pelumas dialirkan dengan
pompa minyak pelumas (tekanan) untuk penggantian dengan
minyak pelumas yang baru.
c.
Hydrodynamic lubrication yaitu pelumasan yang mampu menahan
beban berat seperti batang penggerak dan pada pelumasan roda
gigi. Minyak pelumas dengan kekentalan yang lebih tinggi
dialirkan sehingga dapat memelihara sistem pelumasan dengan
baik.
Gambar 9.2 Jenis pelumasan: Film, Thick Film
dan Hydrodynamic

C. SISTIM PELUMASAN SEPEDA MOTOR EMPAT
LANGKAH
Pada Motor empat langkah bak engkol merupakan satu kesatuan,
baik untuk bagian motor bakar ataupun untuk kopling dan gigi transmisi.

1 Sump (oil pump) 8 Oil feed to con-rod journals 15 Oil feed to cylinder head
2 Oil strainer 9 Starter clutch gear 16 Camshaft caps
3 Oil pump 10 Alternator rotor 17 Camshaft
4 Pressure relief valve 11 Oil feed to starter clutch 18 Oil gallery
5 Oil filter 12 Gearbox input shaft 19 Oil pipes
6 Oil cooler 13 Gearbox output shaft 20 Oil drain plug
7 Crankshaft 14 Oil pressure switch 21 Oil jets (nozzles)

Gambar 9.3 Resirkulasi system pelumasan (Kawasaki ZX-6R)

Sepeda motor empat langkah pelumasannya hanya ada satu
macam, yaitu dari bak engkol. Minyak pelumas diisikan pada bak engkol.
Dari bak engkol minyak pelumas dipercikkan ke dinding silinder untuk
melumasi dinding silinder motor. Ring oli yang dipasang pada piston
bertugas meratakan dan membersihkan oli pada dinding silinder tersebut.
Oleh karena itu pada sepeda motor empat langkah dilengkapi dengan
ring oli. Gambar 8.3 menunjukkan sistem resirkulasi pelumasan pada
mesin empat langkah.

Penyimpanan Pelumas

Dasar dari pekerjaan sistim resirkulasi pada mesin empat langkah
adalah terletak pada perbedaan dalam cara oli disimpan pada mesin.
Ada dua sistem:

1.
Sistem Tempat Oli Kering (Dry-Sump System)
Oli ditampung terpisah dalam tangki oli dan diberikan tekanan
pompa melalui saluran yang sama dalam sistem wet sump.
Setelah melumasi oli kembali ke crankcase dan disalurkan
kembali ke tangki oleh pompa. Kopling dan transmisi dilumasi
oleh cipratan oli dari pompa ke tangki oli.
Gambar 9.4 Sistem dry-sump

Gambar 9.5 Sistem dry-sump dengan
penggunananya pada rangka

2.
Sistem Tempat Oli Basah (Wet sump system)
Minyak pelumas berada diruang oli yang ditempatkan dibawah
crankcase, dari ruangannya oli naik dan diberikan menurut
tekanan. Sebagian oli diberikan ke poros engkol dan sebagian ke
pengerak katup. Sebagian oli pelumas dalam crankcase
digunakan untuk melumasi dinding silinder. oli melumasi silinder
piston dan ring piston dan kelebihan oli disapu kebawah oleh ring
dan kemudian kembali ke crankcase. Kopling dan trasmisi
dilumasi dengan cipratan oli dari bak oli atau tekanan pompa oli.
Keuntungan Sistem Wet sump :
a. Konstuksi sangat sederhana
b.
Memanasi mesin tidak terlalu lama.
c.
Jika oil dalam bak berkurang mudah mehambah.
d.
Sirkulasi oil lebih cepat dan cepat mencuci.
e.
Efficiensi pendinginan lebih rendah.
375

Keterangan gambar:
1 Oil delivery pipe to
cylinder head 4 Oil filter 7 Oil strainer
2 Inlet camshaft 5 Bypass valve 8 Oil pump
3 Exhaust camshaft 6 Pressure relief valve 9 Sump (oil pan)

Gambar 9.6 Pelumasan sistem basah (wet sump)
dari mesin 4 silinder

Gambar 9.7 Pelumasan sistem basah
dari mesin satu silinder

Oli dibagian bawah crankcase dipompa keatas dengan pompa
trochoid dengan sistim tekan dan disaring oleh filter sebelum di alirkan ke
semua komponen yang perlu pelumasan.

Kebersihan

Sistem pelumasan mempunyai sistem saringan oli untuk
membersihkan debu, metal dan carbon pembakaran. Jika komponen
menjadi sangat kotor, akan menghasilkan efisiensi saringan yang rendah
sehingga tidak bagus untuk membersihkan oli yang sudah dipakai. Untuk
itu elemen filter oli harus dibersihkan atau diganti secara periodik.

Gambar 9.8 Spin-on type filter

Pompa Oli untuk sistem pelumasan mesin empat langkah

Pompa oli pada sepeda motor berfungsi untuk menyemprotkan oli
agar bercampur dengan gas baru dan masuk ke dalam ruang bakar.
Jumlah oli yang disemprotkan ke dalam ruang bakar tersebut harus
sesuai dengan ketentuan. Oli yang disemprotkan tidak boleh terlalu
banyak tetapi juga tidak boleh kurang. Jika oli yang disemprotkan terlalu
banyak mengakibatkan ruang bakar menjadi cepat kotor oleh kerak/arang
karbon dan polusi yang ditimbulkan oleh asap gas buang. Jika oli yang disemprotkan
kurang maka akan mengakibatkan motor menjadi cepat
panas. Hal ini akan memungkinkan piston macet di dalam silindernya.

Untuk mendapatkan penyemprotan yang sesuai pompa oli harus
disetel. Karena jenis dan macam pompa oli cukup banyak maka cara

penyetelannya juga berbeda-beda.
Berikut ini beberapa tipe pompa oli yang sering digunakan:

1.
Pompa oli tipe plunger
Pompa oli tipe plunger sering ditemukan digunakan pada mesin
kuno dengan pelumasan sistem kering.
2.
Pompa oli tipe gear
Oleh putaran 2 gigi didalam rumah pompa, oli ditarik kedalam
melalui lubang pemasukan dan keluar melalui lubang
pengeluaran.
3.
Pompa oli tipe trochoid
Disini dua rotor berputar pada kecepatan yang berbeda, sehingga
menyebabkan perbedaan volume diantara dua rotor tersebut,
karena adanya perbedaan volume tadi menyebabkan oli mengalir
keluar dan kedalam.
Gambar pompa oli tipe plunger

379

Outlet

Inlet

Inlet
Outlet
Gambar pompa oli type Trochoid

Gambar pompa oli tipe gear

Gambar 9.9 Tipe-tipe pompa oli

Penyetelan pompa oli

Amati tanda penyetelan pompa oli. Tanda penyetelan tersebut
biasanya adalah sebagai berikut:


Pada waktu gas tangan diputar penuh maka tanda pada tuas
pompa dan tanda pada rumah pompa segaris. Jika tanda tersebut
tidak segaris maka perlu penyetelan pada kabel pompa.

Pada sepeda motor Kawasaki penyetelan pompa oli dilakukan
setelah mesin mencapai suhu kerja. Setelah mesin hidup pada
putaran stasioner gas tangan diputar sampai putaran mesin mulai
bertambah. Pada posisi ini tanda dari pompa oli harus segaris.

Pada sepeda motor Yamaha bebek lama penyetelan dilakukan
dengan mengendorkan mur pengunci kemudian baut penyetel
diputar hingga tanda yang terdapat pada puli lurus dengan baut
yang terdapat pada plat penyetel. Penyetelan dilakukan dalam
keadaan katup gas menutup.

Pada salah satu sepeda motor jenis bebek yang baru penyetelan
dilakukan dengan mengendurkan mur pengunci kemudian mur
penyetel diputar sehingga tanda pada puli penyetel sejajar di
tengah-tengah mur pilip atau terletak pada jarak 1 mm dari mur
tengah. Kemudian mur pengunci dikeraskan.

D. SISTEM PELUMASAN SEPEDA MOTOR DUA
LANGKAH
Sistem pelumasan pada sepeda motor dua langkah tidak sama
dengan dengan sepeda motor empat langkah. Pada sepeda motor dua
langkah transmisi nya diberi pelumasan tersendiri terpisah dengan poros
engkol. Hal ini dikarenakan terpisahnya ruang transmisi dengan ruang
engkol, makanya mesin dua langkah harus menggunakan dua macam
minyak pelumas. Seperti kita ketahui bahwa kontruksi bak engkol motor
dua langkah terbagi ke dalam dua bagian antara lain bak engkol untuk
perangkat motor bakar dan bak engkol untuk perangkat kopling, dan gigi
transmisi.

Gambar 9.10 Lokasi yang membutuhkan
pelumasan pada mesin dua langkah

Sistem pelumasan sepeda
motor dua langkah dibedakan
menjadi dua, yaitu:

1. Sistem Pelumasan Campur.
Pada sistem ini oli
dicampurkan dengan bahan
bakar (bensin) pada tangki.
Contohnya adalah pada
sepeda motor vespa.
Gambar 9.11 Pelumasan dengan sistem campur
pada mesin dua langkah

Sistem campur langsung banyak digunakan pada sepeda motor
lama seperti Vespa. Pada sistem ini oli sebagai pelumas dicampurkan
langsung ke dalam tangki bensin. Perbandingan antara oli dengan bensin
antara 1: 20 sampai dengan 1: 50, tergantung pada keperluannya.

Besarnya oli yang dicampur ke dalam bensin tersebut didasarkan
pada kebutuhan pelumasan pada putaran tinggi, agar mutu pelumas dan

perbandingannya memenuhi syarat sebaiknya pencampurannya
dilakukan sendiri dengan memperhatikan mutu oli pelumas dan
prosentase perbandingannya. Oli yang digunakan untuk mesin tidak
sama dengan oli yang digunakan untuk transmisi. Oli mesin lebih encer.
Kekentalan oli tersebut ditandai dengan bilangan SAE (The Society Of
Automotive Engineer). Semakin besar SAE-nya semakin kental minyak
pelumas tersebut.

Cara mencampur oli dengan bensin adalah sebagai berikut:


Siapkan satu tempat bensin dalam ukuran liter yang sudah
diketahui dengan pasti volumenya.

Isikan bensin ke dalam tempat penampungan tersebut sampai
penuh atau sesuai dengan kebutuhan. Ingat volume bensin yang
diisikan harus diketahui.

Isikan oli ke dalam bensin dengan perbandingan sesuai dengan
ketentuannya.

Aduk dengan batang yang bersih atau kocok agar bensin dan oli
benar-benar bercampur.

Isikan campuran bensin dan oli tersebut ke dalam tangki bensin
kendaraan.
2. Pelumasan sistem terpisah
(untuk produk Yamaha
dinamakan dengan Auto
lube). Pada sistem ini oli
ditampung pada tempat
tersendiri. Oleh karena itu
digunakan dua jenis
minyak pelumas, yaitu
pelumasan untuk bak
engkol dan pelumasan
untuk motornya. Untuk
menjalankan tugas
tersebut, sistem ini
dilengkapi dengan pompa
oli.
Gambar 9.12 Sistem pelumasan auto lube

Contoh lainnya adalah Sistem pelumasan CCI yang digunakan
pada sepeda motor Suzuki. CCI itu sendiri singkatan dari Crankshaft,
Cylinder oil Injection yang artinya oli pelumas disuntikkan pada bagian
poros engkol dan silinder.

Gambar 9.13 Sistem injeksi dengan menyuplai
oli ke bermacam-macam pipa

Cara kerja sistem CCI adalah sebagai berikut, oli pelumas
ditempatkan pada tangki khusus dan biasanya ditempatkan disebelah
bawah jok tempat duduk. Bila mesinnya kita hidupkan berarti pompa oli
dapat bekerja dan mengalirlah oli pelumas yang ada pada tangki menuju
pompa oli setelah masuk pada pompa oli kemudian disebar dengan
bantuan gaya sentrifugal yang dihasilkan oleh pompa oli tersebut, oli
yang disebar ini disalurkan kemasing-masing pipa salurannya.

Salah satu dari saluran oli pelumas dihubungkan pada lubang di
atas bak engkol, di mana lubang tersebut tembus sampai ke bagian
bantalan peluru yang menunjang poros engkol, oli pelumas yang masuk:
pada lubang ini akan diteruskan sampai ke bagian ujung besar batang
piston guna melumasi bantalan-peluru yang ada pada ujung besar batang
piston tersebut.

Sedangkan saluran yang satu lagi dihubungkan dengan sebuah
lubang yang ada dibagian atas bak engkol, kemudian lubang ini tembus
pada lubang yang terdapat di dalam blok silinder, ujung dari saluran oli ini
berakhir pada lubang masuk (inlet port).

Oli pelumas yang ke luar dari tengah lubang masuk (inlet port) ini
akan turut terbawa bersama campuran bensin dan udara ke dalam bak
engkol berupa kabut, kabut oli ini akan digunakan untuk melumasi lubang
silinder, bantalan peluru pada ujung kecil batang piston dan bantalanbantalan
peluru penopang poros engkol.

Perjalanan oli pelumas yang tidak hanya sampai pada bagian bak
engkol saja, akan tetapi terus turut terbawa bersama bahan bakar menuju
proses pembakaran dan oli pelumas tersebut habis terbakar. Oleh sebab
itu sistern pelumasan semacam ini, baik itu yang menggunakan sistem
CCI, Autolub atau sistem campur langsung dengan bensin pada tangki
(vespa), kesemuanya itu dapat disebut menggunakan sistem TOTAL
LOSS.

Untuk melumasi perangkat kopling (clutch) atau gigi-gigi transmisi
digunakan oli pelumas tersendiri, yang mana oli pelumas ini tidak boleh
turut masuk atau terhisap pada bagian motor bakarnya.

Agar oli pelumas ini tidak turut masuk pada bak engkol, maka pada
bagian poros engkolnya selalu dilengkapi dengan sekat oil (oil seal).

E. JENIS PELUMAS
Minyak pelumas yang digunakan pada sepeda motor adalah oli
karena oli mempunyai syarat-syarat yang diperlukan dalam pelumasan,
yaitu:

1. Daya lekatnya baik
2. Titik nyala tinggi
3. Tidak mudah menguap
4. Titik beku rendah
5. Mudah memindahkan panas
Ada tiga macam oli pelumas yang diproduksi, antara lain oli
mineral, oli synthetic dan oli yang dibuat dari tumbuh-tumbuhan atau
hewani (castor oil), dan pabrik-pabrik kendaraan hampir semuanya
menganjurkan untuk menggunakan oli mineral, yang telah distandarisasi
oleh SAE dan API.

Oli yang dibuat dari tumbuh-tumbuhan (vegetable) banyak
digunakan pada motor-motor balap, karena kwalitasnya melebihi oli
mineral. Oli synthetic banyak digunakan pada pesawat-pesawat terbang.

Oli dapat juga digolong-golongkan sesuai dengan penggunaan
kendaraan yang bersangkutan guna mendapatkan hasil pelumasan yang
baik, seperti contohnya:

i. Jenis ML
Digunakan pada mesin-mesin bensin dengan kerja yang ringan,
oli ini tidak mengandung bahan-bahan tambahan (additives).
ii. Jenis MM
Jenis ini digunakan pada mesin-mesin bensin dengan kerja yang
sedang dan olinya mengandung additive yang dapat mencegah
karat pada mesin.
iii. Jenis MS
Digunakan pada mesin-mesin bensin yang kerjanya cukup berat.
iv. Jenis DG
Digunakan pada mesin diesel dan mesin bensin, oli ini
mengandung zat anti karat dan juga mengandung detergent guna
mencegah pembentukan karbon/arang pada ruang bakar atau
bagian mesin lainnya.
v. Jenis DM
Digunakan untuk mesin diesel dan mesin bensin yang bekerja
berat, oli ini mengandung zat yang terdapat pada DG ditambah
dengan Pour poit depressant yang dapat membuat oli ini tahan
akan temperatur yang tinggi. Oli ini dapat juga disebut oli yang
bermutu tinggi (High grade oil)
vi. Jenis DS
Oli ini khusus untuk mesin diesel dan mengandung bermacammacam
zat tambahan sehingga mutunya baik sekali dan harganya
cukup mahal.
Selain standard-standard oli ini dikeluarkan oleh SAE, ada juga

standard yang dikeluarkan oleh API, di mana kode-kode yang dikeluarkan
oleh API ini adalah SA, SB, SC, SD, SE dan SF, kemudian untuk mesin
diesel dengan kode CA, CB, CC, CD. Oli yang dilengkapi dengan
standard terakhir, contohnya SE atau SF atau SD mengandung zat-zat
tambahan yang lengkap seperti mengandung zat penetralisir belerang,
zat anti pelumpuran, zat anti busa dan sebagainya serta oli tersebut
dibuat dari oli mineral murni.

Temperatur pada katup buang motor empat langkah sangatlah
tinggi, pada kondisi seperti ini oli pelumas akan mencapai temperatur
sekitar 100°C, pada temperatur 100°C kekentalan oli akan pecah
(menjadi cair) dan daya lumasnya menjadi hilang, oleh sebab itu memilih
oli yang bermutu baik untuk kendaraan kita sangatlah penting.

F. VISKOSITAS MINYAK PELUMAS
Untuk minyak pelumas motor, seperti diketahui ada delapan
tingkat kekentalan minyak pelumas. Yang dimaksud dengan kekentalan
itu sebenarnya tidak lain dari tahanan aliran yang tergantung dari kental
atau encernya minyak tersebut. Semua minyak pelumas jika dipanaskan
akan menjadi lebih encer dan pada temperatur yang lebih rendah akan
menjadi lebih kental. Karena itu, kekentalan minyak pelumas diukur pada
temperatur tertentu.

The Society of Automotive Engineers (SAE) merupakan
organisasi yang beranggotakan para ahli pengolahan minyak bumi dan
ahli perencana motor telah menetapkan standar kekentalan minyak
pelumas. Angka kekentalan yang pertama ditetapkan pada tahun 1911
dan sesudah itu telah mengalami beberapa kali perubahan berhubung
dengan adanya kemajuan dalam teknologi dan perencanaan motor serta
kemajuan dalam bidang pengolahan minyak bumi.

Angka kekentalan minyak pelumas yang banyak digunakan
sekarang terdiri dari: 5W; 10W; 20W ;20 ;30; 40; 50; 60 dan 90. Dulu
pernah diproduksi minyak pelumas dengan kekentalan 90, dan 140 tapi
saat ini untuk motor yang modern sudah dipakai lagi. Kekentalan yang
lebih kecil menunjukkan minyak yang lebih encer dan sebaliknya angka
yang lebih besar menunjukkan minyak yang lebih kental. Huruf W di
belakang angka kekentalan maksudnya adalah Winter yaitu untuk minyak
pelumas yang khusus digunakan untuk waktu musim dingin dan
pengukuran dilakukan pada temperatur 0°F. jenis demikian tentu saja
tidak diperlukan di Indonesia. Setiap merek sepeda motor di Indonesia
merekomendasikan minyak pelumas yang digunakan. Misalnya Honda
merekomendasi minyak pelumas dengan viskositas SAE 10 W-30.

Pengukuran kekentalan minyak pelumas dengan standard SAE,
ditetapkan pada temperatur 210°F atau 2°F dibawah temperatur
mendidihnya air murni. Caranya dengan menghitung waktu yang
dibutuhkan oleh 60 ml minyak tersebut untuk melalui suatu saluran
sempit pada temperatur 210°F.

Minyak pelumas harus diganti secara teratur sesuai dengan
pedoman yang dikeluarkan oleh pabrik pembuat. Minyak pelumas yang
sudah aus ditunjukkan dengan menurunnya kekentalan dan warnanya
menjadi hitam. Perubahan ini disebabkan oleh temperatur pemakaian
yang tinggi.

Gambar 9.14 Pemeriksaan jumlah oli pada bak engkol (karter) bisa
dilihat dengan batang pengukurnya (1). Jumlah oli harus ada di
antara batas atas (2) dan batas bawah (3)

G. SISTEM PENDINGINAN
Setiap motor bakar memerlukan pendinginan. Untuk itu dikenal
adanya sistem pendinginan pada sepeda motor.

Secara umum sistem pendinginan berfungsi sebagai berikut:

1.
Mencegah terbakarnya lapisan pelumas pada dinding silinder.
2.
Meningkatkan efisiensi/daya guna thermis.
3.
Mereduksi tegangan-tegangan thermis pada bagian-bagian
silinder, torak, cincin torak dan katup-katup.
Pembakaran campuran bahan bakar dan udara di dalam silinder
menghasilkan panas yang tinggi. Pada motor bakar hasil pembakaran
menjadi tenaga mekanis hanya sekitar 23 sampai dengan 28 %.
Sebagian panas keluar bersama gas bekas dan sebagian lain hilang
melalui pendinginan. Meskipun pendinginan merupakan suatu kerugian
jika ditinjau dari segi pemanfaatan energi, tetapi mesin harus didinginkan
untuk menjamin kerja secara optimal. Selain itu pendinginan juga mutlak
diperlukan guna menjaga kestabilan temperatur kerja motor.

Jika dilihat dari diagram panas, sistem pendingin merupakan
suatu bentuk kerugian energi, lebih dari 32% energi panas hilang akibat
pendinginan. Di mana panas akan diserap oleh fluida pendingin. Panas
yang terjadi tidak menyebabkan perubahan bentuk komponen akibat
memuai. Pedinginan dilakukan untuk mencegah terjadinya kelebihan
panas (overheating), pemuaian dan kerusakan minyak pelumas.

Sistem Pendinginan Udara

Pada umumnya mesin sepeda motor didinginkan dengan sistem
pendinginan udara.

Gambar 9.15 Pendinginan pada mesin sepeda motor

Dalam sistem pendinginan udara, sekeliling silinder dan kepala
silinder diberi sirip-sirip pendingin guna memperbesar luas permukaan
yang bersinggungan dengan udara pendingin yang dialirkan ke
sekelilingnya. Panas yang timbul dari hasil pembakaran akan diambil oleh
udara pendingin yang mengalir melalui sirip-sirip tersebut.

Sirip-sirip pada kepala silinder bisa disebut sebagai penghantar
panas dari dalam mesin. Agar pemindahan panas dari sirip ke udara
pendingin berlangsung dengan baik maka sirip-sirip harus dalam
keadaan bersih dan tidak dilapisi kotoran yang akan mengurangi efek
pendinginan. Untuk itu sebaiknya bersihkan kotoran-kotoran yang
menempel pada sirip pendingin tersebut secara berkala. Gunakan skrap
untuk melepas kotoran kotoran yang menempel tersebut. Jika terdapat
karet pada celah-celah sirip pendingin periksa kondisinya apakah karet
tersebut masih baik digunakan,jika sudah rusak ganti dengan yang baru.
Karet tersebut berfungsi untuk meredam getaran mesin akibat sirip-sirip
pendingin tersebut.

Sistem pendinginan udara ada dua macam:

1.
Sistem pendinginan udara alamiah
Merupakan sistem pendinginan dengan menggunakan aliran
udara yang berembus melewati mesin sewaktu sepeda motor
berjalan dengan laju.
Gambar 9.16 Kepala silinder yang memiliki
sirip-sirip untuk pendinginan udara

2.
Sistem pendinginan udara tekan
Merupakan sistem pendinginan dengan menggunakan suatu alat
semacam kipas angin, putaran kipas akan menekan angin,
sehingga angin bersikulasi melalui sirip-sirip. Sistem ini tetap bisa
digunakan walaupun sepeda motor dalam keadaan berhenti.
Gambar 9. 17 Sistem pendinginan udara tekan

Sistem pendingin cairan

Selain sistem pendinginan udara juga ada sistem pendinginan
dengan cairan.
Sistem ini terdiri dari :
-Radiator (yang digunakan dengan kipas elektric)

-Thermostaat
- Pompa air
-Tali kipas dan kipas radiator
Gambar 9.18 Radiator

Keterangan gambar radiator:

1. Tangki atas
2. Tangki bawah
3. Blok radiator
4. Lubang pengisi
5. Saluran air
6. Saluran air
7. Pipa uap
8. Ram penguat
9. Karet pegas untuk menahan baut radiator

Gambar 9.19 Sistem pendingin cair
pada mesin dua langkah

Thermostaat

Bila mesin terlalu panas atau terlalu dingin, maka mesin sepeda
motor akan mengalami bermacam-macam gangguan.

Gangguan yang diakibatkan karena terjadinya kelebihan panas
(overheating) pada mesin adalah sebagai berikut:

a.
Bagian atas piston dapat berubah bentuk apabila suhunya terlalu
tinggi dan kehilangan kekuatannya. Sebagai contoh pada
aluminium. Kekuatannya akan hilang kira-kira sepertiganya pada
suhu 3000 C bila dibandingkan pada suhu normal.
b.
Gerakan komponen-komponen engine akan terhalang karena
ruang bebas (clearence) semakin kecil disebabkan pemuaian dari
komponen mesin yang menerima panas berlebihan.
c.
Akan timbul tegangan thermal yang dihasilkan oleh panas karena
perubahan suhu dari suatu tempat ketempat lain. Sehingga
silinder menjadi tidak bulat akibat deformasi thermal. Hal ini
menyebabkan ring piston patah dan piston macet.
d. Berpengaruh terhadap
thermal resistence bahan pelumas. Jika
suhu naik sampai 2500 C pada alur ring piston, pelumas berusaha
menjadi karbon dan ring piston akan macet (Ring stick) sehingga
tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Pada suhu 3000 C
pelumas cepat berubah menjadi hitam dan sifat pelumasnya
turun, piston akan macet sekalipun masih mempuyai clereance.
e.
Terjadinya pembakaran yang tidak normal. Motor bensin
cendrung untuk knock. Jika knock terjadi suhu naik pada piston
dan terjadi pembakaran dini (Pre Ignition mudah terjadi).
Sebaliknya bila mesin terlalu dingin, gangguan yang terjadi yaitu:

a.
Pada motor bensin bahan bakar agak sukar menguap dan
campuran udara bahan bakar-udara menjadi gemuk. Hal ini
menyebabkan pembakaran menjadi tidak sempurna.
b.
Kalau pelumas terlalu kental, akan mengakibatkan mesin
mendapat tambahan tekanan.
c.
Uap yang terkandung dalam gas pembakaran akan berkondensi
pada suhu kira-kira 500 C pada tekanan atmosfir. Titik air akan
menempel pada dinding silinder, hal ini akan mempercepat
keausan silinder dan ring torak. Ini disebut sebagai keausan
karena korosi pada suhu rendah.
Untuk mengatasi gangguan-gangguan yang disebutkan tadi,
digunakanlah thermostaat yang dirancang untuk mempertahankan
temperatur cairan pendingin dalam batas yang diizinkan.

Antara lain dari cara memeriksa thermostaat yaitu: dengan cara
memperhatikan sirkulasi air pendinginnya atau dengan menguji
thermostaat dalam air panas.

Cara memeriksa thermostaat dengan memperhatikan sirkulasi air
pendinginnya yaitu:

Hidupkan mesin:

1.
Buka tutup radiator sebelum mesin mencapai suhu kerja.
Perhatikan: Hati-hati membuka tutup radiator sebab kemungkinan
udara pada radiator sudah bertekanan sehingga air dapat
tersemprot keluar bersamaan dengan dibukanya tutup radiator.
2.
Perhatikan bahwa pada saat mesin dingin belum terjadi aliran air
radiator.
3.
Amati terus aliran air. Jika mesin sudah panas seharusnya terjadi
gerakan air mengalir. Jika tidak berarti thermostaatnya tidak
bekerja. Perbaiki atau ganti thermostaatnya.
Gambar 9.20 Sistem pendingin cairan
pada mesin empat langkah

Pompa air

Pompa air pada sistem pendinginan cair berfungsi untuk
mengalirkan air dari radiator ke mantel-mantel pendingin pada blok
mesin. Bekerjanya pompa air adalah oleh putaran mesin. Bekerja dan
tidaknya pornpa air dapat dilihat dari aliran air pada radiator.

Caranya:

-
Buka tutup distributor
-
Hidupkan mesin
-
Perhatikan apakah ada gerakan aliran air dalam radiator. Jika ada
gerakan aliran air dalarn radiator berarti pompa air bekerja. Jika
putaran mesin dipercepat seharusnya aliran air tersebut semakin
deras.

Jika diperlukan membongkar dan memeriksa pompa air lakukan
dengan langkah sebagai berikut:

-
Keluarkan air pendingin sampai habis.

-
Lepas baut baut pengikat pompa air, pemegang pompa air dan

gasketnya.

-
Lepas plat dudukan pompa air dan gasketnya.

-
Lepas dudukan puli pompa air

-
Keluarkan bantalan pompa, rotor dan perapat poros.

-
Cuci semua bagian pompa kecuali bantalan dan perapat

porosnya.

-
Periksa seluruh komponen pompa air yang berkemungkinan

berkarat, retak atau aus.

-
Ukur kelonggaran antara sisi rotor dengan badan pompa.

Besarnya lihat pada spesifikasi pabrik pembuatnya.

-
Ganti gasket jika tegangan tali kipas antara 7 – 10 mm.

-
Rakit kembali pompa air. Jangan sampai ada yang tertinggal

sekecil apapun.

Tali kipas dan Kipas radiator

Kipas radiator sangat penting artinya bagi sistem pendinginan cair.
Sebab pada kondisi di mana mesin bekerja pada beban berat
pendinginan cair oleh udara tidak mencukupi. Kipas radiator membantu
mengalirkan udara ke dalam sirip-sirip radiator. Putaran kipas radiator
dipengaruhi oleh tegangan tali kipasnya. Tali kipas yang kendor mudah
selip sehingga putaran kipas kurang. Tali kipas yang terlalu tegang
menyebabkan bantalan cepat rusak dan tali mudah putus.

Baik sistem pendinginan udara maupun sistem pendinginan cairan
mempunyai kelebihan dan kekurangan.

Kelebihan sistem pendinginan udara:
-Tidak perlu disediakan secara khusus
-Tidak perlu komponen tambahan seperti radiator dan thermostaat

- Mudah perawatannya
- Tahan lama
Kekurangan sistem pendinginan udara:
-Kurang dapat mengendalikan panas
-Pada kondisi jalan mendaki pendinginan kurang

Kelebihan sistem pendinginan cairan:
-Dapat mengendalian panas dengan baik
-Pendinginan lebih efektif
-Dapat mengurangi kebisingan suara mesin

Kekurangan sistem pendinginan cairan:
-Bobot mesin bertambah
-Perlu komponen tambahan
-Perawatan lebih rumit

SOAL –SOAL LATIHAN BAB IX

1.
Apa yang dimaksud dengan pelumasan dan sebutkan fungsi
pelumasan bagi sepeda motor!
2.
Beri nama nomor-nomor yang tercamtum pada bagian gambar
dibawah ini:
397

3.
Ada 2 sistem penyimpanan pelumas pada sepeda motor empat
langkah, sebutkan dan jelaskan keduanya!
4.
Sebutkan sekurang-kurangnya 3 tipe dari pompa oli yang
menekan oli pada sistim resirkulasi pelumasan apa beda diantara
ke tiganya?
5.
Berapa macam sistem pelumasan untuk sepeda motor dua
langkah? Terangkan !
6.
Sebutkan bagian-bagian dari mesin sepeda motor dua langkah
yang memerlukan pelumasan, gambarkan sketsanya!
7.
Beri nama bagian yang ditunjukkan oleh nomer-nomer yang
tercantum pada gambar dibawah ini:
8.
Apa fungsi sistem pendinginan pada mesin sepeda motor?
9.
Sebutkan macam-macam sistem pendinginan pada sepeda motor
dan jelaskan!
10. Apa keuntungan dan
kelebihan dari masing-masing sistem
pendinginan?

11. Beri nama bagian yang ditunjukkan oleh nomer-nomer yang
tercantum pada gambar dibawah ini:

Leave a Reply