Metode Sambungan

Metode sambungan banyak digunakan dalam teknologi pembuatan bodi otomotif, terutama untuk menyatukan bagian-bagian panel bodi. Pengembangan teknik-teknik baru terhadap metode sambungan terus dilakukan untuk mendapatkan cara yang lebih efektif maupun sambungan yang lebih baik.

Terdapat beberapa jenis metode sambungan yang dapat digunakan, namun setiap metode sambungan hanya sesuai digunakanpada konstruksi-konstruksi tertentu. Demikian pula suatu desain sambungan tertentu seringkali mensyaratkan penggunaan metode sambungan yang khusus. Dengan demikian setiap desain yang akan dibuat maupun jenis metode sambungan yang akan digunakan harus mempertimbangkan faktor-faktor seperti: kondisi beban, efisiensi sambungan, proses pengerjaan, perawatan dan perbaikan, dan bahan yang digunakan.

Secara umum, metode sambungan dibagi menjadi dua jenis, yaitu :

(a) metode sambungan menggunakan mekanisme pengunci, (contohnya: rivet, sekrup, baur dan mur, dan push-on clips), dan
(b) metode sambungan yang tidak menggunakan mekanisme pengunci (contohnya: las, pematrian, kaitan, dan perekat/adhesif).

Metode sambungan yang akan dibahas lebih lanjut dalam bab ini meliputi: rivet, baut dan mur, push-on clips, dan perekat/ adhesif. Masing-masing metode mempunyai kelebihan dan kekurangan, serta penggunaannya disesuaikan dengan tujuan dan karakteristik sambungan.

10.1. RIVET a. Macam Sambungan Rivet 1. Sambungan Tumpang. Merupakan bentuk sambungan rivet yang paling sederhana. Pelat disambung dengan posisi sambungan tumpang-tindih, rivet 268dipasangkan sepanjang titik tengah kampuh sambungan.

Metode Sambungan

Gambar 10.1. Sambungan Tumpang

2. Sambungan Ujung. Ujung-ujung pelat yang akan disambung disatukan, kemudian di sisi belakang sambungan ditambahkan pelat pengikat. Rivet digunakan untuk mengikatkan pelat pengikat dengan setiap bagian pelat yang disambung.

Gambar 10.2. Sambungan Ujung

b. Jenis-jenis Rivet 1. Solid Rivets Solid rivets populer dengan istilah sambungan kelingan atau sambungan dengan paku keling. Kekuatan dari sebuah sambungan kelingan dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya: (a) bahan benda kerja yang disambung maupun paku keling yang digunakan, (b) metode pembuatan lubang sambungan, apakah dibuat dengan bor atau pelobang (punch), dan (c) proses pengerjaan sambungan.

Pada pelat logam yang tipis, paku keling biasanya digunakan dalam keadaan dingin sehingga secara teori tidak terjadi distorsi. Namun pada pelat logam yang lebih tebal, paku keling dipanaskan untuk meningkatkan kekuatan sambungan yang dihasilkan. Paku keling yang digunakan pada sambungan yang dipanaskan terbuat dari bahan baja atau besi, sedangkan paku keling yang digunakan pada pengerjaan dingin dibuat dari tembaga, kuningan, alumunium, ataupun paduan alumunium. Paku 269

Teknik Bodi Otomotif

keling yang terbuat dari baja banyak digunakan pada bagian-bagian utama konstruksi sambungan seperti kerangka chasis dan sub rangka.

Gambar 10.3. Solid Rivets

Jenis-jenis Paku Keling

Paku keling diklasifikasikan menurut bentuk kepala, diameter dan panjangnya. Pemilihan bentuk kepala paku keling dilakukan dengan mempertimbangkan kegunaan benda kerja yang akan disambung. Pemilihan diameter paku keling dilakukan dengan mempertimbangkan kekuatan dan ketebalan komponen yang akan disambung. Pemilihan panjangnya paku keling disesuaikan dengan ketebalan komponen.

Terdapat beberapa jenis paku keling, seperti terlihat pada tabel berikut.

Tabel 10.1. Jenis-jenis Paku Keling

No Jenis Paku Keling Keterangan 1. Snap Rivets Kepala berbentuk bundar. Digunakan pada sambungan yang membutuhkan kekuatan tinggi

270

Metode Sambungan

2. Pan Rivets Serupa dengan snap rivets, dapat digunakan pada sambungan yang menuntut kekuatan tinggi. 3. Mushroom Rivets Kepala berbentuk jamur, digunakan pada lembaran pelat logam tipis. 4. Flat Head Rivets Kepala berbentuk rata, digunakan untuk menyambung batang yang rata. Dapat pula digunakan untuk menyambung bagian sudut pada lembaran pelat tipis. 5. Countersunk Head Rivets Digunakan pada sambungan yang menuntut permukaan hasil sambungan rata.

271

Teknik Bodi Otomotif

Lubang Sambungan Kelingan

Lubang sambungan kelingan dapat dibuat dengan menggunakan alat pelobang (punch) ataupun dengan cara dibor. Lubang yang dihasilkan dari penggunaan alat pelobang biasanya sedikit mengerucut (tirus) dan meninggalkan permukaan yang kasar, kedua kondisi ini dapat mengurangi kekuatan sambungan kelingan yang dihasilkan. Untuk meningkatkan efisiensi sambungan, kedua benda kerja disatukan kemudian dilakukan pelubangan secara bersamaan. Cara ini akan dapat mengurangi ketirusan lubang yang dihasilkan. Selain itu, permukaan benda kerja yang kasar akibat pelubangan harus dihaluskan.

Penggunaan bor menghasilkan lubang yang lebih baik dari pada menggunakan alat pelubang. Lubang yang dibuat dengan bor akan menghasilkan kekuatan sambungan rivet yang lebih baik sekitar 8% daripada sambungan kelingan dengan lubang yang dibuat menggunakan alat pelubang.

Prosedur Pengelingan

Sebelum memasangkan paku keling, pelat yang akan disambung dengan kelingan harus dijepit kuat-kuat dengan cara diklem agar tidak berubah posisi saat dilakukan pemasangan kelingan. Pastikan lubanglubang sambungan pada posisi yang saling tepat (segaris, tidak bergeser).

Pada pengerjaan sambungan kelingan dengan pemanasan, lakukan pada temperatur tempa. Proses penyambungan (penggem-bungan akhiran paku keling) harus selesai sebelum temperatur paku keling menurun kembali (terlihat dari perubahan warna paku keling kembali kehitam-hitaman). Tujuan-nya adalah untuk menggembung-kan batang paku keling hingga memenuhi lubang sambungan, dan secepat mungkin menyelesaikan proses penyambungan saat paku keling berada pada temperatur tempa. Pada temperatur tempa, didapatkan penyusutan rivet 272yang maksimal untuk menekan pelat setelah penyambungan selesai sehingga didapatkan kekuatan sambungan yang maksimal.

Metode Sambungan

Apabila proses penyambung-an belum selesai tetapi paku keling sudah tidak pada temperatur tempa, maka kekuatan sambungan yang dihasilkan akan berkurang.

Proses pengerjaan sambungan kelingan (snap head rivets) dapat dilihat pada gambar di bawah ini.

Gambar 10.4. Prosedur pengelingan

Alat pemukul yang dioperasikan dengan tenaga pneumatik banyak digunakan untuk menggembungkan akhiran paku keling. Tenaga pneumatik memberikan kemudahan dalam mengatur berat dan kecepatan pukul yang diperlukan untuk menggembungkan akhiran paku keling secara cepat dan akurat.

Proses pengerjaan sambungan kelingan secara dingin hampir sama dengan proses pengerjaan sambungan secara panas. Hanya saja karena dikerjakan tanpa pemanasan, kemampuan plastis dari paku keling sangat kecil sehingga menyulitkan dalam menggembungkan batang paku keling maupun membentuk akhiran kelingan.

Selain itu, sambungan kelingan yang dikerjakan secara dingin tidak dapat sekuat sambungan kelingan yang dikerjakan dengan pemanasan. Hal ini dikarenakan tidak terdapat penyusutan paku keling yang dengan sendirinya akan menekan pelat secara kuat seperti halnya pada sambungan kelingan yang dipanaskan.

2. Bifurcated Rivets Merupakan jenis rivet yang konstruksinya terbagi menjadi dua bagian, yaitu bagian ujung (kepala dan batang), dan bagian akhir (pengunci).

Rivet jenis ini banyak digunakan untuk menyatukan bahan-bahan 273lunak seperti : plastik, karet dan kulit. Rivet jenis ini tidak banyak digunakan pada industri bodi kendaraan.

Teknik Bodi Otomotif

3. Blind (Pop) Rivets Blind rivets pada awalnya (tahun 1930-an) banyak digunakan oleh industri pembuatan pesawat terbang, namun selama beberapa dekade terakhir telah banyak digunakan juga pada industri-industri permesinan. Bahkan, saat ini rivet digunakan sebagai standar metode sambungan pelat logam pada mobil, bus, dan semua jenis kendaraan komersial.

Sesuai dengan namanya, blind rivets (blind = buta, tidak dapat melihat) merupakan jenis rivet yang tetap dapat digunakan meskipun benda kerja hanya dapat dijangkau dari satu sisi saja. Blind rivets merupakan metode penyambungan yang sangat menguntungkan digunakan pada pekerjaan pembuatan bodi maupun pada pekerjaan perbaikan bodi mobil. Kebanyakan panel bodi hanya dapat dijangkau dari satu sisi saja, sehingga tidak memungkinkan dikerjakan dengan metode kelingan konvensional.

Gambar 10.5. Konstruksi Blind Rivets

Alat Pemasang Blind Rivets

Tabel 10.3. Alat Pemasang Blind Rivets

274No Jenis Alat 1. Tang rivet yang dioperasikan secara manual. 2. Pemasang rivet portabel yang dioperasikan secara pneumatik

Metode Sambungan

3. Pemasang rivet portabel yang dioperasikan secara hidrolik

10.2. SEKRUP (SCREW) Pada konstruksi bodi yang terdiri dari banyak bagian yang disatukan dengan penyambungan, diperlukan metoda sambungan yang kuat dan tahan selama beberapa selang waktu tertentu. Namun terkadang karena suatu alasan atau tujuan tertentu, diperlukan metode sambungan yang dapat dilepaskan kembali.

Salah satu metode sambungan yang dapat dilepaskan kembali adalah metode sambungan menggunakan sekrup. Terdapat beberapa jenis sekrup, yaitu :

1. Self-tapping screws. Mulai banyak digunakan sejak berlangsungnya perang dunia kedua (PD II). Sekrup jenis ini terbuat dari baja keras, didesain untuk menyambung bahan logam. Proses pemasangan sekrup jenis ini adalah dengan cara memasukkan sekrup ke dalam lubang panduan yang telah dibuat sebelumnya dengan cara dibor. Pada saat dipasangkan, ulir sekrup akan bekerja seperti halnya mata bor, membuat ulir pada benda kerja yang akan disambung sehingga dihasilkan ikatan sambungan yang sangat kuat. Gambar 10.6. Pozidriv head self-tapping screws

Terdapat berbagai bentuk kepala sekrup, diantaranya adalah

countersunk, raised countersunk, round-head, pan-head, mushroom-head dan hexagon-head. Pada kepala sekrup terdapat alur yang digunakan untuk memasukkan ujung obeng, bentuk alur bermacammacam : strip (minus), plus (pozidriv head), berbentuk bintang, dan 275sebagainya.

Teknik Bodi Otomotif

Self-tapping screws banyak digunakan pada pembuatan bodi dan aksesoris kendaraan, yang kebanyakan hanya dapat dikerjakan dari satu sisi saja. Proses pemasangan sekrup sangat sederhana, yakni dengan membuat lubang panduan kemudian memasangkan sekrup mengunakan obeng. Sambung-an menggunakan sekrup akan bertahan cukup lama dan dapat dilakukan bongkar pasang berulang kali tanpa mengalami penurunan kekuatan.

Seiring perkembangannya, dilakukan perbaikan terhadap konstruksi sekrup sehingga pemasangannya tidak lagi memerlukan pembuatan lubang panduan terlebih dahulu. Sekrup model ini dikenal dengan istilah spat system screws.

Pemasangan spat system screws dilakukan dengan menggunakan obeng yang dioperasikan dengan tenaga pneumatik. Tenaga pneumatik digunakan untuk menekan sekrup hingga ujung sekrup menusuk benda kerja, kemudian sekrup diputarkan agar ulir sekrup menembus benda kerja hingga sekrup tertanam pada benda kerja. Metode ini mampu meningkatkan kekuatan sambungan sekrup hingga 30% lebih baik dibandingkan dengan metode self-tapping screws.

Gambar 10.7. Spat System Screws

2. Screw nails. Konstruksi sekrup jenis ini menyerupai paku yang bagian batangnya dibuatkan ulir spiral. Sekrup dibuat dari baja keras dan digunakan untuk penyambungan antara lembaran pelat tipis ke konstruksi yang terbuat dari bahan kayu. 276Gambar 10.8. Screw Nails

Metode pemasangannya dilakukan dengan cara dipukul menggunakan martil. Ulir spiral yang ada akan memperkuat cengkeraman sekrup sehingga menghasilkan ikatan sambung-an antara bahan logam dengan kayu dengan kekuatan yang kuat.

Metode Sambungan

3. Steel hammer driven screws. Sekrup jenis ini digunakan untuk menyambung lembaran pelat logam, sambungan yang dihasilkan sangat kuat dan sulit untuk dilepaskan kembali. Oleh karena itu sekrup jenis ini hanya digunakan pada sambungan yang bersifat permanen. Sekrup terbuat dari baja yang sangat keras, dengan bentuk kepala countersunk atau round-head. Gambar 10.9. Steel Hammer Driven Screws

Proses pemasangan sekrup jenis ini adalah dengan cara membuat lubang panduan menggunakan bor atau penitik, kemudian sekrup dipasangkan dengan cara dipukul menggu-nakan palu. Ulir spiral yang terdapat pada sekrup akan membantu sekrup tertanam pada benda kerja yang disambung secara kuat.

4. Set screws (= Machine Screws). Set screws hampir sama dengan baut, yakni bagian batangnya berbentuk silindris dan berulir. Bentuk kepala set screws berbeda dengan kepala baut, yakni berbentuk countersunk, round-head, cheese, ataupun pan-heads. Set screws digunakan untuk mengikat dua bagian logam menjadi satu konstruksi yang kuat, atau mengatur celah/jarak antara satu bagian dengan bagian yang lain. Gambar 10.10. Set Screws

10.3. BAUT DAN MUR (BOLTS & NUTS) a. Baut Baut digunakan secara luas dalam industri kendaraan bermotor. Pada kendaraan bermotor terdapat banyak sekali komponen yang dibuat secara terpisah, kemudian disatukan menggunakan baut dan mur agar memudahkan dilakukan pelepasan kembali saat diperlukan, misalnya 277untuk melakukan pekerjaan perbaikan atau penggantian komponen.

Teknik Bodi Otomotif

Baut biasanya digunakan berpasangan dengan mur. Bagian batang baut yang tidak berulir dimaksudkan untuk menepatkan dengan celah lubang baut, dan untuk mengurangi efek gesekan antara kepala baut dengan benda kerja dapat ditambahkan ring/washer di antara kepala baut dan permukaan benda kerja. Washer berbentuk spiral dapat digunakan pada baut untuk membantu mencegah kekuatan sambungan berkurang yang disebabkan baut mengendor akibat getaran.

Konstruksi baut terdiri atas batang berbentuk silinder yang memiliki kepala pada salah satu ujungnya, dan terdapat alur di sepanjang (ataupun hanya di bagian ujung) batang silinder tersebut. Baut terbuat dari bahan baja lunak, baja paduan, baja tahan karat ataupun kuningan. Dapat pula baut dibuat dari bahan logam atau paduan logam lainnya untuk keperluankeperluan khusus.

Bentuk kepala baut yang umum digunakan adalah : (a) segi enam (hexagon head), dan (b) segi empat (square head). Kepala baut berbentuk segi enam merupakan bentuk yang paling banyak digunakan. Baut dengan kepala berbentuk segi empat pada umumnya digunakan untuk industri berat dan pekerjaan konstruksi.

Berbagai jenis baut yang umum terdapat di pasaran adalah sebagai berikut :

Tabel 10.4. Jenis-jenis Baut

No Jenis Baut Keterangan 1. Carriage bolts Carriage bolts atau juga disebut plow bolts banyak digunakan pada kayu. Bagian kepala carriage bolts berbentuk kubah dan pada bagian leher baut berbentuk empat persegi. Pada saat baut dikencangkan, konstruksi leher baut yang berbentuk empat persegi tersebut akan menekan masuk ke dalam kayu sehingga menghasilkan ikatan yang sangat kuat. Carriage bolts dibuat dari berbagai bahan logam dan terdapat berbagai ukuran yang memungkinkan penggunaannya dalam berbagai pekerjaan.

278

Metode Sambungan

279Plow Bolts 3. Flange Bolts Flange bolts merupakan jenis baut yang pada bagian bawah kepala bautnya terdapat bubungan (flens). Flens yang terdapat pada bagian bawah kepala baut didesain untuk memberikan kekuatan baut seperti halnya bila menggunakan washer. Dengan kelebihannya tersebut maka penggunaan flange bolts akan memudahkan mempercepat selesainya pekerjaan. Serrated Flange Bolts 4. Hex Bolts Hex bolts merupakan baut yang sangat umum digunakan pada pekerjaan konstruksi maupun perbaikan. Ciri umum dari hex bolts adalah bagian kepala baut berbentuk segi enam (hexagonal). Hex bolts dibuat dari berbagai jenis bahan, dan setiap bahan memiliki karakter dan kemampuan yang berbeda. Cara terbaik yang dapat dilakukan dalam memilih hex bolts yang akan digunakan adalah dengan memilih bahan hex bolts disesuaikan dengan persyaratan-persyaratan teknis dari konstruksi yang akan dikerjakan. Beberapa bahan yang digunakan untuk hex bolts diantaranya : stainless steel, carbon steel, dan alloy steel yang disepuh cadmium atau zinc untuk mencegah karat.

Teknik Bodi Otomotif

5. Lag Bolts Lag bolts merupakan baut dengan ujung baut berbentuk lancip, menyerupai konstruksi sekrup. Lag bolts kebanyakan digunakan pada pekerjaan konstruksi lapangan. 6. Shoulder bolts merupakan baut yang pada umumnya digunakan sebagai sumbu putar. Konstruksi shoulder bolts memungkinkan digunakan pada sambungan maupun aplikasi yang dapat bergerak, bergeser, bahkan berputar. Shoulder bolts dapat digunakan pada berbagai komponen yang terbuat dari logam, kayu, dan bahan-bahan lainnya. Dikarenakan sering digunakan sebagai sumbu tumpuan, maka shoulder bolts dibuat dari bahan logam yang memiliki ketahanan terhadap gesekan. Shoulder Bolts

b. Mur Mur biasanya terbuat dari baja lunak, meskipun untuk keperluan khusus dapat juga digunakan beberapa logam atau paduan logam lain. Jenis mur yang umum digunakan adalah :

1. Mur segi enam (hexagonal plain nut), digunakan pada semua industri, 2. Mur segi empat (square nut), digunakan pada industri berat dan pada pembuatan bodi kereta ataupun pesawat. 3. Mur dengan mahkota atau dengan slot pengunci (castellated nut & slotted nut), merupakan jenis mur yang dilengkapi dengan mekanisme penguncian. Tujuannya adalah mengunci posisi mur agar tidak berubah sehingga mur tetap kencang. 4. Mur pengunci (lock nut), merupakan mur yang ukurannya lebih tipis dibandingkan mur pada umumnya. Mur pengunci biasanya dipasangkan di bawah mur utama, berfungsi sebagai pengunci posisi mur utama. 280

Metode Sambungan

Tabel 10. 5. Jenis-jenis Mur

281No Jenis Mur Mur segi enam (Hexagonal nut) a. Finished Hex Nuts 1. b. Two Piece Hex Cap Nuts Mur segi empat (Square nut) 2. Regular Square Nuts Mur dengan mahkota atau slot pengunci (Castellated & Slotted nut) 3. Hex Castle Nuts Hex Slotted Nuts

Teknik Bodi Otomotif

282Mur pengunci (Lock nut) a. Serrated Flange Lock Nuts b. Two-Way (Bi-Way) Reversible Lock Nuts c. Kep (“K”) Lock Nuts d. Nylon Insert Stop Nuts 4. e. Palnut® Regular Type Lock Nuts

Metode Sambungan

f. Palnut® Acorn Type Lock Nuts – Open g. Palnut® Tension Nuts h. Palnut® Wing Type Lock Nuts

Clinch Nut (Hank Rivet Bushes)

Merupakan salah satu jenis mur yang digunakan untuk mengikat pelat logam yang tipis. Mur diikatkan pada lembaran pelat tipis dengan

283

Teknik Bodi Otomotif

prinsip yang hampir sama dengan pemasangan rivet. Bagian kepala mur dimasukkan kedalam lubang pada pelat tipis yang telah dibuat sebelumnya, kemudian dipukul menggunakan palu sampai mengembang rata dengan pelat sehingga membentuk cincin jangkar yang mengikat mur pada pelat tersebut dengan kuat.

Gambar 10.11. Clinch Nut Prosedur pemasangan nut adalah sebagai berikut :

1. Memasukkan kepala mur ke dalam lubang pada pelat yang sudah dibuat sebelumnya. 2. Kepala mur dipukul menggunakan palu sampai mengembang rata dengan pelat sehingga membentuk cincin jangkar yang mengikat mur pada pelat tersebut dengan kuat. 3. Proses pemasangan telah selesai, sehingga memungkinkan dilakukan penyambungan pelat menggunakan baut. Gambar 10.12. Proses Pemasangan Clinch Nuts (Hank Rivet Bushes)

Plastic Nuts

Belakangan ini mur plastik banyak digunakan sebagai pengganti

mur logam konvensional. Mur plastik memiliki banyak kelebihan, yaitu :

memiliki kemampuan mekanis yang baik, ringan, murah, dan tahan karat.

284

Metode Sambungan

Selain itu, kelebihan lain yang dimiliki oleh mur plastik adalah kemampuan mengunci sendiri (self-locking) sehingga tidak lagi diperlukan penggunaan washer/ pengunci. Penggunaan mur plastik dengan desain flens yang tepat akan menjamin terjadinya kondisi pra-tekan pada mur

sehingga mur akan terikat kuat tanpa memerlukan tambahan washer. Gambar 10.13. Plastic Nuts

Nyloc & Clevelock nuts

Merupakan mur yang dilengkapi pengunci dengan cara menambahkan nylon di bagian ujung mur, diameter ulir nylon sedikit lebih kecil daripada diameter ulir mur. Pada saat mur digunakan untuk mengikat baut, mur akan dapat diputarkan dengan bebas hingga ujung ulir baut mencapai ulir mur yang terbuat dari nylon. Mur dikencangkan lebih lanjut sampai ulir baut terikat kuat oleh ulir nylon. Hal ini akan menyebabkan mur mencengkeram baut dengan kuat, sehingga dihasilkan ikatan antara

285mur dan baut yang tahan terhadap getaran. Gambar 10.14. Konstruksi Nyloc dan Clevelock Nuts

Teknik Bodi Otomotif

c. Mur Pengunci dari Baja Pelat (Spring Steel Fasteners) Penggunaan mur pengunci dari baja pelat memberikan kontribusi langsung pada perkembangan industri otomotif, dimana penggunaan mur jenis ini mampu meningkatkan efisiensi produksi dan waktu perakitan. Data penelitian menunjukkan bahwa lebih dari 50% total biaya pembuatan bodi kendaraan terletak pada pekerjaan perakitan. Sebagian besar disebabkan oleh waktu pengerjaan yang terbuang untuk mengambil dan merakit komponen-komponen yang cukup kecil. Penggunaan mur pengunci dari baja pelat mampu meningkatkan efisiensi pekerjaan dibandingkan dengan menggunakan metode pengencang mur dan baut pada umumnya.

Terdapat beberapa jenis mur pengunci yang terbuat dari baja pelat yang semuanya dibuat dari baja pegas yang mendapat perlakukan khusus, sehingga tetap mampu mempertahankan gaya kepegasannya dengan baik. Hal ini memungkinkan penggunaan dalam jangka waktu yang cukup lama meskipun dilakukan bongkar-pasang berulang kali sehingga sangat ekonomis.

Kelebihan lain dari mur pengunci dari baja pelat adalah mudah digunakan, mengurangi penggunaan ring dan mur, selain itu dapat digunakan untuk menggabungkan komponen-komponen yang terbuat dari bahan plastik ataupun kaca tanpa khawatir menyebabkan kerusakan komponen tersebut.

Beberapa jenis mur pengunci dari baja pelat yang terdapat di pasaran adalah :

1. Spire speed nut. Jenis ini memiliki daya penguncian ganda yang didapatkan dari pelat dasar mur dan garpu pengunci yang dilengkungkan, memungkinkan dihasilkannya ikatan sambungan yang tahan terhadap getaran. Gambar 10.15. Konstruksi dan Pemasangan Spire Speed Nuts

286

Metode Sambungan

Jenis-jenis Spire speed nut yang umum digunakan dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 10.6. Jenis Spire Speed Nut

No Jenis Spire Speed Nut 1. Regular spire speed nut 2. Round spire speed nut 3. 4. W – Type Spire Speed Nut Twin-Type Spire Speed Nut

287

Teknik Bodi Otomotif

5. 6. Anchor Type Latch – Type Speed Nuts® Speed Nuts®

2. Captive nut “U” – type. Konstruksi mur pengunci terbuat dari baja pelat yang berbentuk U. Mur pengunci jenis ini banyak digunakan untuk melakukan sambungan atau ikatan komponen-komponen pada industri kendaraan bermotor, terutama pada konstruksi sambungan yang hanya dapat dikerjakan dari satu sisi komponen (blind assemblies). Mur jenis ini dapat dipasang pada panel komponen menggunakan tangan, sehingga tidak diperlukan proses pengelasan ataupun penggunaan rivet. Selain proses pemasangan yang cepat dan mudah, mur pengunci jenis ini dapat dipasangkan pada panel sebelum ataupun sesudah proses pengecatan panel.

Gambar 10.16. Konstruksi dan Pemasangan Captive Nut “U” – Type Tabel 10.7. Jenis Captive nut “U” – type

No Jenis Captive Nut “U” – Type 1.

288

Metode Sambungan

Regular Captive Nut “U” – Type 2. Captive Nut “U” – Type for Wide Panel

3. Captive nut “J” – type. Konstruksi mur pengunci jenis ini mirip dengan U – type, hanya saja lidah mur dibuat tidak sama panjang, sehingga konstruksinya menyerupai hurup J.

289

Teknik Bodi Otomotif 290 Gambar 10.17. Konstruksi dan pemasangan Captive nut “J” – type Gambar 10.18. Beberapa jenis Captive nut “J” – type 4. Grip nuts. Grip nuts digunakan pada sambungan dengan celah/ lubang sambungan berbentuk kotak, untuk menggantikan pemasangan mur dengan metode lain yang lebih mahal (misalnya menggunakan las

Metode Sambungan

dan sejenisnya). Grip nuts dapat dipasangkan pada panel dengan tangan.

Proses pemasangan :

a. Masukkan kaki pelat pengunci grip nut ke dalam lubang pada pelat yang telah dibuat sebelumnya. b. Satukan kedua pelat yang akan disambung, ikat kedua pelat menggunakan baut. Gambar 10.19. Konstruksi dan Pemasangan Grip Nuts

5. Cable clips. Jenis ini merupakan klip khusus yang digunakan untuk mengikat jalur kabel pada kendaraan bermotor.

Metode pemasangannya adalah dengan cara dijepitkan pada panel melalui lubang yang telah dibuat sebelumnya, sehingga pemasangannya tidak memerlu-kan baut pengikat.

Gambar 10.20. Konstruksi dan Pemasangan Cable Clips

291

Teknik Bodi Otomotif

Tabel 10.8. Beberapa jenis mur pengunci dari baja pelat (spring steel fastener) yang lain.

292No Jenis Spring Steel Fastener 1. Expansion Nuts 2. Palnut® Insert Panel Retained Nut – For Plastic Panels

Metode Sambungan

2933. “U” – Type Nut Retainer 4.

Teknik Bodi Otomotif

“J” – Type Nut Retainer d. Blind Fasteners 1. The Avdelok system. 294Gambar 10.21. The Avdelok System

Avdelok sebenarnya tidak termasuk blind fasteners karena harus dikerjakan dari kedua sisi permukaan benda kerja yang disambung, namun metode pengencang ini memiliki beberapa keunggulan dibanding-kan dengan metode rivet maupun metode baut dan mur konvensional lainnya.

Metode Sambungan

Avdelok merupakan pengunci dengan kekuatan tinggi yang konstruksinya terbagi atas dua bagian, terdiri atas sebuah baut dan mur penahan yang berfungsi sebagai pengunci.

Konstruksi mur pengunci dibuat sedemikian rupa sehingga dapat berubah bentuk apabila dikenai tekanan tertentu. Konstruksi avdelok tersebut mampu meng-hasilkan cengkeraman yang kuat dan tahan terhadap getaran.

Gambar 10.22. Proses Pemasangan Avdelok system

Proses pemasangan avdelok sangat sederhana, yaitu menggunakan alat pemasang khusus yang dioperasikan secara manual atau pneumatik. Baut avdelok dipasangkan pada lubang sambungan yang telah dipersiapkan sebelumnya, selanjutnya mur penahan dimasukkan dari sisi pelat yang berlawanan. Bagian ujung alat pemasang digunakan untuk menekan mur penahan, sedangkan bagian lain dari alat pemasang bekerja menarik baut avdelok.

Baut tertarik dan menyatukan kedua lembaran pelat yang akan disambung. Mur penahan akan tertekan hingga berubah bentuk dan mengisi alur yang ada pada baut. Tekanan alat pemasang terus berlanjut hingga bagian ekor baut yang digunakan untuk menarik baut 295terputus. Posisi putusnya bagian ekor baut tersebut rata dengan

Teknik Bodi Otomotif

permukaan mur penahan, sehingga avdelok tidak memerlukan pengerjaan lanjut.

Avdelok banyak digunakan pada braket-braket pengikat bodi ke chasis untuk kendaraan komersial.

2. The Avlok system. Metode avlok serupa dengan avdelok, dimana terdapat baut dan mur pengunci yang dapat berubah bentuk. Hal yang membedakan adalah proses pemasangan baut dan mur pengunci. Konstruksi baut avlok memungkinkan pengerjaan dilakukan hanya dari satu sisi permukaan benda kerja saja.

Gambar 10.23. The Avlok system

Avlok menghasilkan ikatan sambungan yang kuat dan tahan terhadap beban lelah.

Proses pemasangan avlok hampir sama dengan avdelok. Baut avlok dan mur pengunci dipasangkan sekaligus pada lubang sambungan yang telah dibuat sebelumnya, kemudian alat pemasang khusus yang dioperasikan secara manual ataupun pneumatik digunakan untuk menarik bagian ekor baut avlok. Bagian lain alat pemasang berfungsi menahan mur pengunci. Baut avlok akan tertarik dan menyatukan kedua lembaran pelat yang akan disambung. Baut akan terkunci oleh mur pengunci sehingga dihasilkan sambungan yang kuat, dan pada saat yang bersamaan bagian ekor baut akan terputus. Posisi putusnya bagian ekor baut rata dengan permukaan mur pengunci sehingga tidak diperlukan pengerjaan lanjut.

296

Metode Sambungan

Gambar 10.24. Proses Pemasangan Avlok system

3. The Nutsert system. Merupakan mur khusus yang dipasangkan pada lubang sambungan, untuk memungkinkan dilakukannya penyambungan lembaran pelat menggunakan baut. Mur terbuat dari baja, yang pada bagian dalamnya terdapat ulir dengan kekuatan tinggi. Konstruksi mur terbagi menjadi dua bagian, yaitu mur bagian luar dan mur bagian dalam yang berbentuk tirus.

Proses pemasangan nursert adalah dengan cara memasuk-kan nutsert ke dalam lubang sambungan yang telah dibuat sebelumnya. Sebuah obeng khusus dengan ujung beralur digunakan untuk memutarkan mur bagian dalam yang berbentuk tirus.

Mur bagian dalam akan tertarik masuk ke dalam mur bagian luar. Hal ini akan menyebabkan mur bagian luar mengembang sehingga terjepit dan terpasang kuat pada lubang sambungan, sehingga memungkinkan dilakukan penyambungan pelat menggunakan baut.

297

Teknik Bodi Otomotif

Gambar 10.25. Konstruksi dan proses pemasangan Nutsert system

Nutsert dapat digunakan pada semua jenis logam, plastik maupun kayu. Di pasaran, nutsert tersedia dalam berbagai ukuran baik dalam inchi maupun metris.

4. The Jo-bolt system. Konstruksi jo-bolt terdiri atas tiga bagian, yaitu baut dan mur baja dengan kekuatan tarik tinggi, serta ring pengunci yang dapat berubah bentuk dari baja tahan karat. Jo-bolt merupakan metode penyambungan yang dapat dikerjakan dari satu sisi permukaan benda kerja, dan menghasilkan kekuatan sam-bungan yang tinggi.

298

Metode Sambungan

Gambar 10.26. Konstruksi dan Proses Pemasangan Jo-bolt System

Proses pemasangan jo-bolt adalah dengan memasukkannya ke dalam lubang sambungan yang telah dipersiapkan sebelumnya. Alat pemasang khusus digunakan untuk memutarkan baut, sementara bagian ujung dari alat pemasang menahan agar posisi mur tidak bergeser/ berputar.

Baut akan menarik ring pengunci sehingga berubah bentuk dan menjepit sambungan benda kerja dengan kuat, dan pada saat yang hampir bersamaan bagian ekor baut akan terputus. Posisi putusnya bagian ekor baut rata dengan permukaan mur sehingga tidak diperlukan pengerjaan lanjut.

10.4. PUSH-ON CLIPS a. Push-On Clips dari Bahan Baja Pelat 1. Simple push-on clips. clips yang sangat sederhana adalah simple push-on clips.

299Terdapat beberapa jenis push-on clips, salah satu jenis push-on

Teknik Bodi Otomotif

Gambar 10.27. Simple Push-On Clips

Konstruksinya mirip dengan spire speed nut, dengan garpu pengunci yang dibuat dengan ketinggian sejajar. Perbedaannya dengan spire speed nut adalah bahwa push-on clips tidak dipasangkan dengan mengikuti ulir yang ada pada sekrup, melainkan dipasangkan pada batang pengunci (pin stud). Pada saat push-on clips ditekan ke batang pengunci, kaki-kaki pelat dasar klip menekan permukaan benda kerja, sehingga garpu pengunci mencengkeram batang pengunci dengan kuat. Tekanan kaki-kaki pelat dasar klip dan gaya kepegasan pelat dasar akan mempertahankan push-on clips tetap pada posisinya.

Belakangan ini push-on clips diproduksi dalam berbagai bentuk, dari simple push-on clips yang berkonstruksi sangat sederhana dan masih digunakan secara luas, sampai push-on clips yang lebih modern seperti blanked-types (tubular clips), multi-pronged clips untuk stud berbentuk segi empat, dan push-on clips dari bahan plastik (plastic-capped type).

2. Blanked-types (tubular clips) 300

Metode Sambungan

Gambar 10.28. Konstruksi dan Pemasangan Tubular clips (Blanked-types)

b. Push-On Clips dari Bahan Plastik Penggunaan push-on clips dari bahan plastik memiliki kelebihan dibandingkan dengan push-on clips dari bahan baja. Push-on clips yang terbuat dari bahan memiliki ketahanan yang lebih baik terhadap karat dan tidak mudah patah pada saat dilakukan pekerjaan bongkar pasang.

Beberapa push-on clips yang terbuat dari bahan plastik adalah :

1. Pin and Grommet (Two stage Rivet) Pin & grommet sesuai digunakan untuk menyatukan panel atau lembaran pelat, misalnya pada pemasangan modul ke bodi kendaraan. Pada saat terpasang, bagian bodi grommet yang berada dalam lubang sambungan mengembang sehing-ga menghasilkan ikatan yang kuat.

Pemasangan pin & grommet ini sangat sederhana, cukup memasukkan pin & grommet ke dalam lubang sambungan yang telah dipersiapkan sebelumnya, kemudian menekan (push-on) pin dengan tekanan yang cukup ringan, pin akan terpasang sepenuhnya. Pin & grommet jenis ini memiliki daya tahan yang baik, kekuatan ikatan yang dihasilkan tetap baik meskipun dilakukan pekerjaan bongkar pasang berkali-kali.

Ikatan yang dihasilkan pin & grommet memiliki kekuatan tarik antara 55 – 444 lbs, tergantung dari spesifikasi pin & grommet yang digunakan. Ukuran pin & grommet yang terdapat di pasaran dapat digunakan diameter lubang 6,0 – 8,0 mm, dengan ketebalan panel antara 1,0 – 5,0 301mm.

Teknik Bodi Otomotif

Gambar 10.29. Pin & grommet

302Gambar 10.30. Posisi Pemasangan Pin & grommet Terhadap Benda Kerja

Metode Sambungan

2. Push Buttons Push buttons digunakan untuk mengikat dan memasang komponenkomponen pada interior kendaraan, seperti karpet, soft trim, maupun trim covers.

Kegunaan lain dari push button adalah untuk mengikatkan penahan kabelkabel kelistrikan ke panel bodi atau rangka kendaraan .

Gambar 10.31. Push Buttons Tabel 10.9. Beberapa Jenis Push Button yang Umum Digunakan.

303No Jenis Push Button 1. Button Head 2 Clinch Type Push Button

Teknik Bodi Otomotif

3042.

Metode Sambungan

3. Cable Retainers Penahan kabel digunakan pada kendaraan untuk mengikat kabel pada posisi tertentu, menjamin keamanan jalur-jalur kabel kelistrikan kendaraan. Penahan kabel didesain khusus sehingga mampu mengikat kabel dengan kuat tetapi tetap fleksibel tanpa menyebabkan kerusakan pada kabel.

305

Teknik Bodi Otomotif

Gambar 10.32. Cable Retainers

10.5. PEREKAT/ADHESIVE Secara garis besar, terdapat dua macam adhesif yang digunakan pada industri kendaraan bermotor, yaitu :

1. The general-purpose trim adhesives. Merupakan bahan adhesif sintetis ataupun larutan karet adhesif, pada umumnya digunakan untuk menyatukan bahan-bahan yang terbuat dari karet, kulit, PVC, vinyl, menyatukan busa dengan logam, kayu, hardboard, dan bahanbahan kelengkapan interior lainnya. Salah satu bahan general-purposes trim adhesives yang paling populer adalah solvent-based neoprene adhesive yang menghasilkan ikatan yang kuat pada bermacam-macam bahan seperti PVC, ABS, kayu, logam, busa, plastik berlapis, kain, karet, dan hardboard. Kelebihan lain dimiliki oleh solvent-based neoprene adhesive adalah waktu dihasilkannya ikatan setelah diaplikasikan berkisar antara lima sampai dengan dua puluh menit (5 – 20 menit), dengan demikian bahan adhesif jenis ini dapat digunakan dengan metode yang bervariasi.

Bahan adhesif lainnya yang juga populer digunakan adalah solvent-based natural rubber solution yang digunakan untuk menyatukan PVC dengan hardboard ataupun millboard, pada pemasangan interior, misalnya pada door trim.

306

Metode Sambungan

2. The metal-to-metal adhesives, merupakan bahan adhesif yang digunakan untuk menyatukan komponen yang terbuat dari bahan logam. Pada pembuatan bodi kendara-an bermotor secara masal, penggunaan spot welding akan meninggalkan bekas pada permukaan pelat sehingga diperlukan pengerjaan lanjut sebelum pelaksanaan proses pengecatan. Hal ini merupakan pemborosan, sehingga diperlukan adanya penggunaan metode lain yang lebih efisien. Disamping itu, kebutuhan penggunaan interweld sealer untuk mencegah masuknya air dan pencegahan korosi di sisi dalam komponen bodi (inter-weld) yang tidak terlapisi cat pada industri pembuatan bodi kendaraan bermotor mendo-rong dikembangkannya bahan metal-tometal adhesives.

Bahan adhesif jenis ini dapat dibagi menjadi empat kelompok, yaitu :

a. Thermoplastic adhesives, yaitu polyvinyl acetate (PVA), polyvinyl chloride (PVC), polyvinyl butyral, dan polyvinyl formal. PVA biasa digunakan sebagai emulsi pada air atau sebagai zat pelarut. b. Thermosetting adhesives, yaitu epoxy adhesives yang dikerjakan panas (satu komponen), ataupun jenis yang dikerjakan dingin (dua komponen). Epoxy adhesives dapat digunakan secara luas pada berbagai macam bahan dan menghasilkan ikatan dengan kekuatan tarik yang kuat. Kekurangannya adalah berkaitan dengan biaya operasional yang tinggi dan diperlukan permukaan benda kerja yang bersih sebelum adhesif jenis ini diaplikasikan. c. Elastomeric adhesives. Merupakan jenis adhesif yang berbasis karet sistetis, seperti polychloroprene atau nitrile rubber, kaduanya merupakan solvent-based adhesives yang dikerjakan dengan cara dioleskan atau disemprotkan ke permukaan benda kerja yang akan disatukan. Segera setelah zat pelarut menguap, kedua permukaan benda kerja disatukan dan dipress untuk memperoleh ikatan secara instan. d. PVC Plastisol adhesives. Merupakan bahan adhesif metal-tometal yang paling populer digunakan saat ini. PVC terdiri atas copolymer dalam bentuk serbuk dengan tambahan penguat, stabiliser dan pigment. Plastisol dikerja-kan secara panas agar berubah bentuk menjadi gel yang memiliki kekuatan ikatan fisik yang sangat baik. Kelebihan penggunaan adhesif jenis ini adalah sebagai berikut: (a) dihasilkan sambungan yang memiliki kekuatan tarik yang tinggi dan tidak mudah mengelupas, (b) tidak diperlukan 307pembersihan permukaan benda kerja sebelum mengaplikasikan adhesif, (c) adhesif

Teknik Bodi Otomotif

memiliki daya kelenturan yang baik meskipun pada temperatur rendah, dan tahan terhadap getaran, (d) tidak bereaksi dengan minyak, air, garam, dan zat kimia ringan lainnya, (e) temperatur dan waktu pemanasan yang berlebihan tidak terlalu mempengaruhi kualitas adhesif, dan (f) pengerjaan penyambungan benda kerja tidak memerlukan alat press, jig ataupun klem.

Gambar 10.33. Peralatan dan Aplikasi Adhesif

a. Aplikasi Sealer Beberapa hal yang perlu diperhatikan: 1) Dalam aplikasi sealer gunakan sealer dari merk, menggunakan dari berbeda merk akan sulit mengering dan hasil yang tidak baik. 2) Sealer akan berkurang kualitasnya setelah berumur 6 bulan dari

produksinya. 3) Simpan primer dan adhesive pada tempat yang kering 4) Jangan membuka tutup primer dan adhesive jika tidak digunakan 5) Apabila sealer dipasang pada bidang yang dicat, pastikan lapisan

cat telah kering.

6) Apabila bodi akan dicat, lindungi sealer dari cat agar tidak merusak sealer itu sendiri karena bereaksi dengan zat lain. Pada kendaraan saat ini banyak digunakan aplikasi sealer pada

308bodi, karena tahan terhadap korosi, bisa berfungsi sebagai peredam, tidak terjadi perubahan bentuk bila dibanding dengan las. Berikut ini contoh

Metode Sambungan

aplikasi sealer pada komponen bodi kendaraan yaitu engine hood (kap mesin):

Gambar 10.34. Aplikasi sealer pada body kendaraan.

Apabila kita melaksanakan penggantian komponen, biasanya tidak terdapat alur untuk sealer. Oleh karena itu kita harus bisa menentukan area yang memerlukan sealer dengan melihat pasangan panel yang akan kita ganti. Oleh sebab itu, pada saat perbaikan kendaraan yang mengalami kecelakaan body, sealer harus diaplikasikan pada panel penggantinya. Dalam perbaikan bodi menggunakan sealer, terlebih dahulu Anda memperhatikan petunjuk manual dari kendaraan yang bersangkutan, dengan melihat lokasi atau area dimana bodi sealer akan digunakan. Selanjutnya, sisi yang berlawanan dari kendaraan (sisi samping) yang areanya sedang diperbaiki tersebut, dapat digunakan sebagai referensi (acuan)

Namun pada pintu beberapa jenis kendaraan yang menggunakan precuring sealer, akan terdapat bekas sealer lama, karena sealer berada didalam lapisan cat. Procuring sealer diaplikasikan langsung pada lembar metal sebelum dilakukan proses pengecatan electro deposited (ED), sehingga menyederhanakan aplikasi sealer.

Procuring ini dilakukan atau aplikasikan sebelum penggantian part, tetapi pada penggunaan sealer biasa harus diaplikasikan sesudah aplikasi top coat, untuk menjamin bahwa semua sudut dan kemudian diberi sealer.

309

Teknik Bodi Otomotif

Gambar 10.35. Perbedaan aplikasi precuring sealer dan sealer biasa

Bodi sealer diaplikasi, setelah proses pengeringan dan pengamplasan surfacer dengan sempurna tetapi sebelum aplikasi top coat (pengecatan akhir)

Membersihkan dan menghilangkan grease (degreasing) Top Coat Aplikasi Bodi Sealer Menajaman cartridge nozzle Gambar 10.36. Alur pekerjaan aplikasi sealer

Berikut alur proses penggunaan sealer bodi kendaraan:

a. Mempersiapkan permukaan Membersihkan dan menghilangkan grease (degreasing) permukaan sealer harus dilakukan dengan cara yang sama pada saat aplikasi putty.

310

Metode Sambungan

b. Menajamkan cartridge nozzle Cartridge nozzle perlu ditajamkan sekali agar menghasilkan bentuk sealer yang spesifik. Gunakanlah tang untuk meratakan kira-kira 10 mm dari ujung nozzle dan kemudian potong kira-kira 5 mm dari ujung.

Dianjurkan agar memiliki 2 tipe nozzle siap pakai satu yang berlubang kecil untuk aplikasi komponen-komponen yang sempit dan satu yang berlubang besar untuk aplikasi yang digunakan untuk aplikasi komponen ayng lebih besar.

Berikut bentuk dari potongan nozzle dan bentuk aplikasi sealer:

Gambar 10.37. Cara menajamkan nozzle dan tempat aplikasinya (pada pintu)

Bentuk potongan nozzle dan bentuk aplikasi sealer

311Gambar 10.38. Beberapa bentuk ujung nozzle catridge dan bentuk hasilnya.

Teknik Bodi Otomotif

b. Aplikasi Bodi Sealer Pertama, tentukan dibagian mana anda akan berdiri, sebelum memulai aplikasi bodi sealer. Suatu titik yang memungkinkan Anda bisa aplikasi bodi sealer pada keseluruhan sisi panel sekali jalan, akan menghasilkan bentuk sealer yang seragam. Oleh sebab itu, carilah titik dari mana pekerjaan sealer dapat dilakukan tanpa harus berpindah.

Gambar 10.39. Saat aplikasi sealer, tumpuan kaki jangan berubah

Kedua, mantabkan tangan kiri untuk memegang sealer gun dan telunjuk pada triger/ tuas pemicu. Ujung nozzle catridge ditempelkan pada salah satu lipatan panel (plat) sebagai garis referesi/ panduan/ acuan agar membantu arah aplikasi sealer gun tidak oleng kesamping. Pastikan untuk dapat memilih garis referensi yang tepat, karena apabila salah, aplikasi sealer akan menjauh dari sambungan panel.

312

Metode Sambungan

Gambar 10.40. Hasil yang baik benar-benar menyampung kedua panel (kiri).

Ketiga, penarikan trigger dan gerakan pada sealer gun harus tetap konstan. Apabila gerakannya berubah-ubah, maka bentuk sealer juga akan berubah. Ada beberapa sealer yang dapat menjaga jumlah keluaran sealer gun secara tetap, tanpa terpengaruh dengan tekanan pada tipe sealer gun biasa tadi.

Gambar 10.41. Bentuk sealer tergantung dari penekanan dan kecepatan aplikasinya

Kempat, jagalah agar sealer gun tetap parallel disepanjang garis dimana bodi sealer diaplikasi. Perubahan pada sudut ini, akan berpengaruh pada bentuk sealer.

Gambar 10.42. Arah aplikasi sealer harus mengikuti panel, jika berubah maka hasilnya tidak baik.

313

Teknik Bodi Otomotif

Kelima, bentuk sealer yang diinginkan tidak akan diperoleh jika nozzle tidak ditempatkan pada sudut yang benar terhadap panel bodi. Oleh karena itu posisikan sealer gun dengan sudut tertentu (menyesuaikan dengan bentuk lubang juga), sehingga ujung nozzle tidak membekas pada sealer yang sudah keluar dari ujung nozzle tersebut. Jika terlalu miring maka sealer tidak menempel kuat pada panel, dan bila terlalu mendekati tegak maka akan menggores sealer yang sudah keluar.

Berikut ini contoh sudut yang tepat agar hasilnya maksimal:

Gambar 10.43. Sudut diperhitungkan untuk mendapatkan hasil maksimal.

Pertanyaan dan diskusi:

1. Identifikasilah pemakaian paku keling pada kendaraan bus dan truck!
2. Apakah keunggulan dari sambungan menggunakan body sealer dibandingkan dengan sambungan las? Pada panel bodi bagian dalam (interior) banyak menggunakan push-on clips dari bahan plastik. Sebutkan macamnya dan karakter dari pemasangannya!

Leave a Reply