Alat Ukur

Dalam mendesain atau menggambar bodi kendaraan diperlukan alat ukur guna mendapatkan ukuran yang tepat. Selanjutnya pembuatan bodi kendaraan juga memerlukan alat ukur yang sangat presisi.

Ketika terjadi kerusakan dan memerlukan perbaikan dan penyetelan komponen kendaraan, juga harus dilaksanakan menggunakan ukuran yang tepat, agar bodi kendaraan dapat kembali seperti aslinya, sehingga tetap nyaman dan aman ketika dikendarai. Oleh karena itu beberapa peralatan pengukuran diperlukan untuk pekerjaan bodi kendaraan.

Setiap teknisi atau mekanik harus menguasai dasar-dasar pengukuran dan penggunaan alat ukur, sehingga kompetensi memperbaiki kendaraan dapat dicapai. Dari beberapa peralatan yang akan dibahas kemungkinan ada beberapa yang tidak hanya digunakan pada perbaikan bodi kendaraan, tetapi umum digunakan di otomotif. Berbagai alat tersebut digunakan pada proses pembuatan dan perbaikan bodi, yang meliputi karakteristik dari alat ukur, cara penggunaan dan perawatannya.

Penggaris (Mistar)

Penggaris atau mistar adalah alat ukur yang digunakan untuk mengetahui jarak antara dua titik atau dua garis. Proses membandingkan jarak dengan alat ukur yang standar disebut dengan pengukuran.

Penggaris yang standar terbuat dari logam baja yang dikeraskan dan dipanaskan sampai kondisi tertentu, agar bahan tersebut tidak terjadi pemuaian yang bisa menyebabkan skala jarak yang ada di lembaran penggaris berubah dari pengaruh temperatur. Penggaris juga mempunyai kelenturan (elastis). Coba Anda bayangkan apabila penggaris terbuat dari bahan alumunium, ketika panas penggaris alumunium akan bertambah panjang, sedangkan pada saat dingin akan bertambah pendek. Penggaris ini dibedakan menjadi 2, yaitu penggaris tetap, dan penggaris yang dapat lipat. Skala yang digunakan pada penggaris bisa menggunakan sistem british (inchi) atau menggunakan sistem metriks (mm). Biasanya kita lebih terbiasa menggunakan sistem metriks.

Penggaris Segitiga

Penggaris Segitiga

Penggaris cm dan inchi

Penggaris cm dan inchi

Penggaris Besi

Penggaris cm dan inchi

Ketika menggunakan penggaris, pastikan penggaris berada sedekat mungkin dengan permukaan benda yang diukur. Pembacaan skala ukur pada penggaris harus tegak lurus dengan permukaan bidang yang diukur, sehingga tidak terjadi kesalahan ‘paralaks’. Kesalahan paralaks adalah kesalahan membaca hasil pengukuran yang disebabkan oleh posisi pandangan mata yang salah karena membentuk sudut tertentu (tidak tegak lurus/900). Penggaris harus bebas dari kotoran, oli, karet dan lain sebagainya, karena bisa mengganggu pengukuran.

Cara Pengukuran

Cara Pengukuran

Penggaris Siku

Penggaris siku merupakan alat yang umum digunakan untuk mengukur siku (sudut 900) dari dua sambungan, baik siku bagian dalam ataupun siku bagian luar. Penggaris siku biasanya terbuat dari 2 buah bagian yang berbeda yang disatukan.

Penggaris Siku

Penggaris Siku

Cara Penggunaan Penggaris Siku

Cara Penggunaan Penggaris Siku

Penggaris siku terdiri dari bagian lengan dan bilah yang memiliki skala ukur seperti penggaris biasa. Biasanya pembuatan bagian lengan dibuat alur untuk memasukkan bilah.

Penggunaan penggaris siku dilakukan dengan memastikan salah satu bagian menjadi acuan. Kemudian tempelkan dengan kuat lengan pada bidang acuan tersebut, perhatikan pada sisi bilahnya. Apabila terdapat rongga atau celah pada bagian ujung bilah, berarti sudut benda kerja lebih dari 900, akan tetapi bila terdapat rongga atau celah pada bagian pangkal bilah (pertemuan lengan dengan bilah), berarti sudut benda kerja kurang dari 900.

Straightedge

Straightedge adalah alat yang digunakan untuk mengukur kerataan suatu permukaan. Ketidakrataan diketahui dari membandingkan permukaan yang akan diukur dengan menempelkan straightedge di atas permukaan tersebut untuk mengetahui ketidakrataan atau penyimpangannya. Terdapat dua tipe straightedge ditinjau dari bahan pembuatnya. Tipe yang pertama terbuat dari baja berkualitas baik yang dikeraskan dan dipanaskan dengan ketebalan 1/8 inchi (3,175 mm) dan panjang sekitar 1,8 m. Tipe yang kedua terbuat dari besi tuang yang bagian tepinya dihaluskan (dibuat rata) dengan panjang 30 cm – 250 cm. Tipe yang kedua ini lebih berat sehingga kemungkinan melengkung sangat kecil.

Pengujian kerataan dilakukan dengan menempelkan straightedge pada permukaan benda yang akan diukur, kemudian digerak-gerakkan ke berbagai arah dan dilihat penyimpangan atau ketidakrataan. Kadang kita menggunakan bantuan feeler gauge untuk mengetahui besarnya penyimpangan tersebut. Straightedge juga digunakan untuk pemasangan komponen-komponen kendaraan yang memerlukan kerataan yang tinggi (presisi). Straightedge tidak boleh digunakan untuk tujuan selain yang disebutkan diatas, misalnya untuk memukul, mengungkit atau mengganjal suatu benda yang lain.

Straightedge

Straightedge

Meter Pita

Meter Pita

Meter pita terbuat dari pita baja tipis yang lentur dan bisa memegas, bisa digulung supaya mudah dibawa dan tidak membutuhkan tempat yang banyak meskipun relatif panjang. Fungsinya untuk mengukur jarak, jangkauannya lebih panjang yaitu 3 – 7 meter. Pada ujung pita dilengkapi dengan pengait dan diberi magnet supaya lebih mudah dalam melakukan pengukuran, pita tidak lepas saat mengukur. Ada dua skala yaitu skala metrik dan british/inchi.

Cara menggunakannya adalah dengan mengaitkan ujung dari meteran pita, kemudian menarik meteran secukupnya di bawah panjang meteran tersebut (biasanya panjang maksimal ditulis pada bodi meteran). Selama proses pembacaan, meteran dapat dikunci, dan setelah diketahui ukuran, pengunci dilepas dan meteran dapat digulung kembali. Perawatan yang perlu dilakukan adalah jangan menarik meteran melebihi unkuran maksimal, dan jangan membiarkan ada air yang masuk ke bodi meteran, karena akan menyebabkan karat dan rusaknya alat ini.

Busur Derajat

Busur derajat merupakan sebuah lingkaran atau setengah lingkaran yang diberi tanda ukuran sudut dalam skala derajat, fungsinya adalah untuk mengukur kerataan sudut suatu permukaan dan menentukan besarnya sudut. Saat mengukur sudut tersebut biasanya bersamaan dengan dial indikator supaya lebih presisi. Busur derajat ada juga yang dilengkapi dengan bilah yang dapat digeser sesuai dengan sudut yang diinginkan.

Pada penyetelan bodi dan rangka serta perbaikannya, busur derajat digunakan untuk mengukur gear ratio roda kemudi, lengan pit man dan sebagainya. Hal ini penting dilakukan untuk kenyamanan dan keamanan kendaraan.

Busur Derajat

Busur Derajat

Screw Pitch Gauge

Screw Pitch Gauge adalah alat yang digunakan untuk mengukur pitch (jarak antar ulir) yang ada pada mur atau baut. Hal ini diperlukan supaya tidak terjadi kesalahan saat penggantian mur atau baut, karena pitch ulir mempunyai standar ukuran tertentu yang berbeda-beda sesuai dengan kebutuhannya. Screw pitch dalam satu set terdapat beberapa bilah ukur dan tercantum angka ukuran ulirnya. Terdapat dua satuan ukuran ulir yaitu inchi dan metrik. Proses pengukuran dilakukan beberapa kali dengan memilih bilah ukur yang tepat supaya hasil pengukuran tepat.

Screwpitch Gauge

Screwpitch Gauge

Jangka Sorong

Jangka sorong/mistar geser atau vernier caliper merupakan alat ukur yang mampu menentukan ukuran diameter luar silinder, diameter dalam sebuah lubang atau kedalaman suatu lubang. Pada jangka sorong terdapat rahang bawah untuk mengukur diamater luar, rahang atas untuk diameter dalam serta batang pengukur kedalaman. Ketiganya dapat bergeser bersamaan dan tidak dapat dipisahkan satu sama lain.

Jangka Sorong

Jangka Sorong

Pada jangka sorong terdapat dua buah skala ukuran yaitu: skala utama/ skala diam yang terdapat pada body utama dan skala verneir/ skala geser terdapat pada bagian yang bergeser/rahang geser. Pada rahang geser terdapat mekanisme pengunci untuk mempermudah dan menghindari kesalahan pembacaan skala ukur karena bergeser. Pada jangka sorong tertera dua satuan ukuran yaitu metrik dan inchi.

Pada perkembangannya jangka sorong sudah menggunakan display angka baik dengan dial ataupun digital untuk mempermudah pambacaan hasil ukur.

Jangka Sorong Digital

Jangka Sorong Digital

Jangka Sorong Dial

Jangka Sorong Dial

Untuk mendapatkan hasil pengukuran yang baik perlu diperhatikan posisi pengukuran harus tegak lurus dengan benda kerja, kebersihan alat ukur dan benda yang diukur serta kecermatan dalam pembacaan skala.

Pengukuran Diameter Luar

Pengukuran Diameter Luar

Pengukuran Diameter Dalam

Pengukuran Diameter Dalam

Pengukuran Kedalaman

Pengukuran Kedalaman

Dial indicator

Dial indicator mempunyai nilai ketelitaian sangat tinggi sampai 0,0005 mm. Bisa digunakan untuk mengukur kerataan, kesejajaran, keolengan, kehalusan permukaan, kebengkokan dan ketirusan benda kerja. Akan tetapi, untuk perbaikan bodi otomotif tidak perlu menggunakan dial dengan ketelitian tinggi. Dengan ukuran 1/10 mm saja, sudah cukup.

Dial indikator terdiri dari sensor yang bersentuhan langsung dengan benda yang diukur, jarum indikator, skala jam, serta stand penopang yang yang dapat disetel/digeser sesuai kebutuhan dilengkapi dudukan blok magnet sehingga lebih mudah dalam penempatan selama proses pengukuran. Skala jam pada dial indikator dapat diputar untuk 64menentukan awal pengukuran atau angka nol(0).

Dial Indikator

Dial Indikator

Melakukan pengukuran dengan dial indikator perlu diperhatikan juga posisi sensor atau batang peraba supaya tegak lurus dengan benda kerja, kebersihan alat ukur dan benda kerja serta kecermatan dalam membaca skala. Menggunakan dial indikator harus lebih berhati-hati karena sangat peka terhadap goncangan ataupun benturan.

Mengukur Keolengan Poros

Mengukur Keolengan Poros

Mengukur Kerataan Samping

Mengukur Kerataan Samping

Mengukur Backlash

Mengukur Backlash

Spooring

Spooring atau dengan istilah lain Wheel alignment instrument adalah seperangkat alat yang mampu mendeteksi sudut-sudut geometri kemudi yaitu camber, caster, toe-in toe-out dan kingpin inclination (KPI). Dengan alat ini ketidaksesuaian sudut geometri kemudi tersebut dapat diketahui dan bisa dietel kembali sesuai dengan spesifikasinya.

Wheel Alignment

Wheel Alignment

Alat ini dilengkapi dengan sepasang turn table sebagai alas roda depan sehingga roda dapat bergeser untuk mempermudah saat melakukan penyetelan sudut-sudut geometri kemudi

Unit Spooring

Spooring Unit

Turning Table

Turning Table

Spooring dibedakan menjadi dua tipe menurut cara kerjanya :

Tipe mekanis sudah jarang digunakan lagi karena dianggap kurang presisi, penunjuknya berupa skala dan jarum penunjuk

Saat ini yang banyak digunakan adalah yang tipe optik, yaitu dengan memanfaatkan sinar infra merah yang ditembakkan pada layar yang dilengkapi skala supaya dapat diketahui sudut geometri rodanya. Tipe optikal saat ini lebih modern lagi karena sudah menggunakan program komputer yang dilengkapi dengan sensor-sensor yang dapat memberikan input data pada komputer sehingga data yang ditampilkan lebih akurat.

Tram Gauge

Tram gauge adalah alat yang dapat mengetahui sudut-sudut geometri roda kendaraan secara manual, sehingga jika terjadi ketidaksesuaian dapat disetel kembali. Gejala dari ketidaksesuaian tersebut dapat terasa saat pengemudian. Kendaraan cenderung belok ke salah satu arah, susah mengontrol atau terjadi keausan ban pada satu sisi saja. Penyetelan sudut-sudut geometri roda tersebut biasa dinamakan spooring.

Tram Gauge

Tram Gauge

Wheel Balancer

Roda pada kendaraan tidak selalu melalui jalan yang halus dan rata, kadang juga melewati jalan berbatu atau bahkan berlubang. Oleh sebab itu pelek atau rim roda akan mengalami perubahan bentuk atau penyok karena benturan atau beban yang berlebihan sehingga berputarnya tidak halus, mengakibatkan roda tidak seimbang. Pada kecepatan diatas 50 km/jam roda kendaraan akan bergetar (bahkan kadang-kadang terasa sampai roda kemudi) sehingga mengganggu pengemudian dan kenyamanan di dalam ruang penumpang.

Selain mempengaruhi pengemudian, akibat ban tidak rata bisa menyebabkan bodi kendaraan (khususnya kabin belakang) akan ikut bergetar. Jika kondisi kedua hal tersebut tidak segera diatasi maka ball joint, tie rod, long tie rod dan wheel bearing akan lebih cepat mengalami kerusakan/aus.

Wheel balancer adalah seperangkat alat yang mampu mendeteksi ketidakseimbangan sebuah roda. Wheel balancer terdiri dari poros untuk menempatkan dan memutar roda, display untuk menampilkan titik sebelah mana dan seberapa berat ketidakseimbangan dari roda, pengukur lebar rim atau pelek, pengukur diameter pelek serta pemberat untuk penyeimbang dari bahan timbal yang bisa ditempelkan pada rim roda. Sebuah roda akan dipasangkan pada poros dan diputar, setelah itu pada display akan tampil di titik mana dan seberapa berat harus ditambahkan pemberat. Setelah diketahui berat dan titiknya maka pemberat akan ditempelkan pada rim/ pelek yang ditunjukkan tadi sehingga berat roda seimbang dan dapat berputar dengan normal kembali.

Tyre Balancer

Tyre Balancer

Tang Pengungkit

Tang Pengungkit

Tyre Pressure Gauge

Tyre pressure gauge adalah alat untuk mengukur tekanan angin, supaya tekanan angin ban sesuai dengan batas yang dijinkan. Tire pressure gauge ada yang terpisah sendiri dan ada yang dirangkaian dengan katup dan selang angin dari kompresor sehingga saat pengisian angin dapat langsung terukur. Saat ini sudah banyak juga tyre gauge yang menggunakan display digital untuk lebih mempermudah pembacaan.

Tyre Gauge dan Inflator

Tyre Gauge dan Inflator

Tyre Gauge Digital

Tyre Gauge Digital

Setelah alat ini terangkai dengan krompresor, maka tinggal memasukkan ke pentil dari ban. Besarnya tekanan ban akan langsung terbaca ketika trigger tidak ditekan. Untuk menambah tekanan udara pada ban, tarik trigger atau pemicu.

Tracking

Tracking atau sering dikenal dengan nama camber tool, adalah alat untuk mengukur kemiringan roda depan terhadap arah vertikal kendaraan jika dipandang dari depan. Kalau misalnya roda pada kendaraan terjadi kondisi bagian atas roda masuk ke dalam bodi mobil, berarti mobil tersebut memiliki chamber negatif. Sebaliknya jika roda pada bagian atas keluar dari bodi, maka disebut camber positif.

Ukuran camber ini menentukan kestabilan pengendaraan. Camber positif yang cukup besar akan menyebabkan kendaraan cenderung tidak stabil ketika dijalan lurus, namun mudah belok ketika ditikungan (over steer). Sedangkan kalau cambernya negatif, mobil akan cenderung stabil di jalan lurus, tetapi agak sulit dibelokkan (under steer).

Tracking

Tracking

Cara menggunakan alat ini sangat sederhana, yaitu menempatkan kendaraan ditempat yang rata. Pasang alat pada poros roda dan bacalah hasil dari pengukuran. Untuk menyesuaikan dengan ukuran yang diinginkan, stel sesuai dengan sistem suspensinya. Ada kendaraan yang menggunakan shim (plat tipis) yang dipasang pada bagian atas (upper arm) untuk melakukan penyetelah camber. Ada juga yang mengubah posisi nok pada bagian bawah (lower arm) untuk menyetel camber.

Bahan diskusi tentang alat ukur:

1. Satuan ukuran metris dan british.
2. Prosedur melakukan spooring dan balancing di industri kendaraan.
3. Peralatan ukur yang digunakan untuk perbaikan kendaraan.
4. Peralatan ukur yang menunjang kestabilan kendaraan.

Leave a Reply