Alat-alat Tangan

Seorang teknisi auto bodi memerlukan berbagai macam alat bantu dalam mengerjakan perbaikan kendaraan. Dalam bengkel bodi kendaraan (auto body) biasanya memiliki

peralatan kerja hidrolik, pneumatik, car lift, peralatan kelistrikan maupun alat-alat tangan. Jumlah dari peralatan tidak hanya bijian, namun kadang ratusan alat yang dimiliki. Namun demikian penataan alat sangat diperhatikan dan dimasukkan dalam kategori tempat yang sudah ditentukan. Misalnya saja, alat tangan dikumpulkan dan disimpan dalam kotak alat tertentu, alat-alat penumatik dalam kotak tersendiri dan lain sebagainya. Dengan penataan ini maka dalam menggunakan maupun merawat alat akan lebih baik.

Gambar 5.1.Tool Set Box

Alat tangan adalah alat bantu yang sangat penting dan selalu digunakan oleh mekanik dalam melaksanakan pekerjaan servis ketika membuka, mengencangkan, melepaskan, merakit, maupun menyetel berbagai komponen kendaraan. Peralatan tangan pada perbaikan bodi 71kendaraan yang utama adalah palu dan dolly. Walaupun peralatan lain

Teknik Bodi Otomotif

banyak yang digunakan, namun seorang ahli perbaikan bodi, haruslah menguasai ketrampilan dalam menggunakan palu dan dolly. Untuk mempermudah pekerjaan, kemudian peralatan tangan bertambah banyak untuk kesempurnaan dan kemudahan dalam perbaikan bodi.

Bab ini menguraikan beberapa alat tangan yang sering digunakan dalam pekerjaan bodi kendaraan, meliputi obeng, kunci-kunci, alat pemotong, palu, dolly, pahat, penitik, skrap, ragum dan sebagainya. Untuk menjaga keawetan alat tangan ini, diperlukan pengetahuan dari mekanik terhadap karakteristik alat, cara menggunakan alat serta perawatan alat yang dilakukan.

5.1. Obeng Fungsi dari obeng adalah alat tangan untuk mengencangkan atau melepaskan baut atau sekrup pada bidang tertentu.

Gambar 5.2. Variasi Obeng

Ada 3 jenis obeng, yaitu obeng biasa, obeng offset dan obeng ketok. Ketiga jenis obeng ini memiliki ujung positif (+) dan ujung negatif (-), dengan beberapa ukuran, lancip, sedang dan tumpul.

72Gambar 5.3. Bagian dari Obeng

Alat-alat Tangan

Obeng biasa memiliki konstruksi yang terdiri dari pemegang, batang dan ujung (kepala). Pemegang dari obeng ada yang fixed atau mati, tetapi ada pula yang dapat dilepas. Demikian pula ujung dari obeng, saat ini banyak beredar obeng yang dapat diganti ujungnya, sedangkan pemegang dan batangnya fixed. Dalam menggunakan obeng, gunakan jenis dan ukuran yang tepat, karena bila tidak, maka akan merusak atau membuat cacat baut, skrup atau bahkan obeng itu sendiri.

Obeng offset merupakan obeng khusus, dimana bilahnya sekaligus menjadi tangkai. Kedua ujung dari obeng ini memiliki mata dengan bentuk positif (+) dan ujung negatif (-). Obeng jenis ini digunakan untuk membuka atau mengencangkan baut/ mur pada daerah yang sulit dijangkau dengan obeng biasa.

Gambar 5.4. Bentuk Mata Obeng

Obeng ketok memiliki fungsi yang sama dengan obeng lainnya, namun digunakan untuk membuka atau mengencangkan baut dan mur yang memiliki kekencangan pengerasan yang tinggi. Prinsipnya adalah menggunakan tenaga kejut dalam membuka baut atau mur dari komponen. Konstruksinya terdiri dari pemegang yang mempunyai penyetel untuk mengencangkan atau mengendorkan baut, kemudian hub (sambungan) dan mata obeng, juga dengan beberapa ukuran, tumpul, sedang dan lancip. Cara menggunakan obeng ketok adalah dengan memastikan mata obeng terpasang kuat pada baut/ mur kemudian memasang hub dan pemegang, serta memukul pemegang obeng dengan

atau membuka baut.

73mendadak sehingga mata obeng akan berputar untuk mengencangkan

Teknik Bodi Otomotif

Gambar 5.5. Penggunaan Ketok

5.2. Kunci Pas dan Ring Gambar 5.6. Jenis Kunci Ring dan Pas

Kunci pas dan kunci ring digunakan untuk mengencangkan atau membuka baut atau mur yang berbentuk segi enam (hexagonal) dari komponen kendaraan. Ukuran kunci pas dan ring biasanya memiliki ukuran metrik dengan kombinasi (dalam mm) 6-7, 8-9, 10-11, 12-13, 1415, 16-17, 18-19, 20-22, dan 24-27. Namun ada juga kombinasi kunci bawaan kendaraan memiliki kombinasi (dalam mm) terdiri dari 10-12, 14

17. Ada juga ukuran kunci dalam satuan inggris inchi (in). 74

Alat-alat Tangan

Gambar 5.7. Pilih Kunci yang Pas

Pada penggunaannnya, usahakan selalu menggunakan kunci sesuai dengan ukuran yang tepat, karena jika tidak maka akan merusak kepala baut atau mur, bahkan kunci sendiri juga bisa mengalami kerusakan. Selain itu, sebisa mungkin menggunakan kunci ring terlebih dahulu sebelum kunci pas kalau memungkinkan, sebab kunci ring memiliki persinggungan 6 titik pada kepala baut/ mur, sedangkan pada kunci pas hanya 2 titik.

5.3. Kunci Sock Seperti halnya alat tangan diatas, kunci sock juga berfungsi untuk membuka atau mengencangkan baut dan mur yang memiliki torsi pengencangan yang tinggi. Penggunaannya harus menggunakan handle (pegangan) tersendiri.

Dalam satu box kunci sock, terdiri dari mata sock, handle serta sambungan-sambungan dan joint.

75

Teknik Bodi Otomotif

Gambar 5.8. Kunci Sock Set

a. Mata sock Mata sock terdiri dari sock segi duabelas, segi delapan dan segi enam. Sedangkan variasi bentuknya, ada yang panjang maupun pendek. Biasanya mata sock memiliki ukuran 10-33 mm atau 7/16W-1/4W dan 3/16W-3/4W.

76Gambar 5.9. Jenis Mata Sock

Alat-alat Tangan

Gambar 5.10. Kunci Sock

b. Sliding handle Sliding handle merupakan salah satu alat pemegang mata sock yang yang bisa digeser posisinya sepanjang batang handle. Hal ini menguntungkan apabila digunakan pada area kerja yang sempit.

Gambar 5.11. Sliding handle

c. Speed handle Speed handle memiliki keuntungan bisa memutar baut dengan cepat, karena prinsipnya sama dengan menggunakan bor tangan manual. Untuk baut-baut yang panjang, tidak perlu melepas dan memasang handle pada mata sock.

Gambar 5.12. Speed handle

77

Teknik Bodi Otomotif

Gambar 5.13. Penggunaan speed handle

d. Ratchet handle Pemegang mata sock jenis ini memiliki penyetel arah putaran yang mengunci, digunakan untuk membuka atau mengencangkan baut

Gambar 5.14. Rachet handle

e. Extension Alat ini hanya merupakan alat bantu penyambung antara pemegang (handle) dengan mata sock. Extension ini memiliki panjang yang bervariasi misal 3, 6 dan 12 inchi.

78Gambar 5.15. extension

Alat-alat Tangan

Gambar 5.16. extension

f. Nut spinner Merupakan alat pemegang (handle) yang memiliki ujung bebas bergerak, yang memudahkan untuk mengencangkan atau membuka bautbaut yang rumit.

Gambar 5.17. Nut spinner

g. Universal joint Kadang kita menemui suatu keadaan dimana saat mengencangkan atau membuka tidak dalam posisi tegak lurus dan kesulitan dalam memutar, hal ini dapat diantisipasi menggunakan universal joint, yang merupakan sambungan multi engsel.

Gambar 5.18. Universal Joint

5.4. Kunci Heksagonal dan Kunci Bintang Kunci heksaginal dan kunci bintang pada prinsipnya hampir sama

sudah sangat luas dalam kontruksi permesinan.

79dengan kunci sock atau obeng, berfungsi untuk membuka dan melepas baut/sekrup dengan bentuk kepala heksagonal atau berbentuk bintang. Kunci tipe ini mempunyai ukuran bebrapa ukuran dan menganut standar metrik dan inchi. Didalam prakteknya penggunaan baut atau sekrup ini

Teknik Bodi Otomotif

Gambar 5.18. Kunci Heksagonal (kunci L)

Gambar 5.19. Kunci Bintang

5.5. Kunci Inggris Kunci inggris adalah kunci untuk melepas atau memasang mur/baut yang dapat disetel menyempit atau melebar menyesuaikan dengan ukuran mur atau bautnya. konstruksinya terdiri dari rahang diam, rahang geser ulir penyetel dan lengan. Apabila ulir penyetel diputar rahang geser akan bergerak menyempit atau melebar.

80

Alat-alat Tangan

Gambar 5.20. Kunci Inggris

Gambar 5.21. Variasi kunci Inggris

81Gambar 5.22. Penggunaan Kunci Inggris yang Salah

Teknik Bodi Otomotif

Penggunaan kunci ini sangat tidak dianjurkan, digunakan hanya pada saat tertentu saja. Melepas atau memasang mur/baut dianjurkan dengan kunci ring atau kunci sock, karena jika terlalu sering menggunakan kunci inggris dapat mengakibatkan sudut heksagonal mur atau kepala baut lebih cepat tumpul sehingga menjadi bundar (selek). Kunci inggris juga mempunyai nomor ukuran yang menunjukan lebar jangkauan rahangnya.

5.6. Kunci Pipa Kunci pipa biasa digunakan untuk melapas dan memasang pipa dengan sambungan ulir atau memgang benda silindris lainnya, konstruksinya hampir sama dengan kunci inggris, mempunyai rahang diam dan rahang geser serta ulir penyetel. Perbedaanya pada kedua rahang kunci pipa mempunyai gerigi untuk menahan pipa supaya tidak bergeser/lepas saat dijepit oleh kunci.

Gambar 5.23. Kunci Pipa

Gambar 5.24. Penggunaan Kunci Pipa

5.7. Kunci Momen (Torque wrench) Pada kendaraan, baut dan mur harus dikencangkan sesuai dengan kebutuhan, karena apabila ikatannya tidak kuat maka ikatan akan lepas dan menimbulkan kecelakaan. Demikian juga bila ikatan terlalu kuat melebihi batas yang diijinkan, baut atau mur akan melebihi batas elastisitasnya dan memungkinkan patah, sehingga juga bisa menimbulkan kecelakaan.

82

Alat-alat Tangan

Untuk mengetahui apakah besarnya momen pengerasan sudah tepat atau belum, maka dapat dilakukan menggunakan kunci momen. Sebelum menggunakan kunci momen, baut atau mur terlebih dahulu dikencangkan dengan kunci sesuai dengan kekuatan tangan saja. Saat ini terdapat 3 jenis kunci momen, yaitu tipe penyetel mikrometer (micrometer setting), model batang jarum (deflecting beam), dan model dial indikator (dial indicating).

Gambar 5.25. Kunci Momen Mikrometer

Tipe penyetel mikrometer diatas memiliki konstruksi hub mata sock, penyetel arah putaran, batang, skala ukur (yang mirip dengan dial indikator) sistem Inggris ataupun metrik, pegangan kunci momen dan pengunci sekaligus alat pemutar yang disembunyikan masuk dalam pegangan kunci momen. Apabila kita menginginkan torsi pengencangan 6 kg/cm2, maka pada ujung pemegang terdapat pengunci yang tarik keluar dan kemudian sekaligus untuk memutar penyetel, sampai menunjukkan angka 6 kg/cm2, setelah itu kunci dimasukkan kembali. Apabila torsi pengencangan telah melebihi torsi yang kita tetapkan, maka akan terjadi loss (bunyi thek-thek) pada kunci momen tersebut.

Gambar 5.26. Kunci Momen Jarum

Tipe batang jarum memiliki konstruksi hub mata sock, jarum penunjuk, skala ukur dan pegangan. Baut yang kencangkan sampai pada skala ukur tertentu, langsung dibaca pada kunci momen yang ditunjukkan oleh jarum. Oleh karena itu perlu ketelitian dan kecermatan dalam mengencangkan baut, sekaligus melihat ukuran torsi pengencangan pada alat.

83

Teknik Bodi Otomotif

Gambar 5.27. Kunci Momen Dial

Tipe yang ketiga di atas adalah dial indikator memiliki konstruksi hub mata sock, dial indikator dan pegangan. Hampir sama dengan model batang jarum, torsi pengencangan langsung dibaca pada dial ketika sedang mengencangkan baut atau mur.

Gambar 5.28. Penggunaan Kunci Momen

5.8. Tang Tang merupakan salah satu peralatan bengkel yang spesial, karena merupakan salah satu kunci yang dapat distel atau diatur. Fungsi dari tang adalah untuk memegang, memotong, melepas dan memasang komponen dan lain sebagainya. Penggunaan tang yang tidak sesuai, misal dipukul, akan merusak alat itu sendiri maupun komponen yang dilakukan perbaikan.

Terdapat beberapa jenis tang diantaranya adalah tang betet (vise grip) untuk menahan atau menjepit, menyatukan saat menyambung dengan las, tang potong untuk memotong kawat dan sebagainya, tang poligrip untuk melepas kepala baut yang sudah aus, tang snap ring atau circlip untuk melepas atau memasang circlip, ada dua macam yaitu circlip internal dan circlip external, tang moncong panjang (long nose/needle nose) untuk menjepit saat melepas/memasang benda-benda kecil yang 84sulit dipegang oleh tangan, tang kombinasi mempunyai fungsi lebih beragam bisa memotong, menjepit dan sebagainya merupakan gabungan dari fungsi berbagai jenis tang.

Alat-alat Tangan

Berikut ini berbagai macam tang dan penggunaannya

Gambar 5.29. Tang Kombinasi dan Pemotong Sisi

Gambar 5.30. Tang lancip dan tang rivet

Gambar 5.31. Tang Betet dan tang Balancer

Gambar 5.32. Tang Baterai

5.9. Gunting dan Pemotong Plat Pemotong plat ini bisa berbentuk gunting atau cutter atau pisau, yang digunakan untuk memotong plat-plat yang tipis. Dalam proses perbaikan bodi kendaraan, pemotong plat ini sangat diperlukan 85bila melakukan perbaikan-perbaikan kecil atau memperbaiki bodi yang keropos.

Teknik Bodi Otomotif

Sedangkan untuk pemotongan lembaran plat yang tebal menggunakan alat khusus.

Ada berbagai macam gunting, baik untuk memotong lurus atau memotong yang berbentuk kurva.

Gambar 5.33. Gunting Lurus

Gambar 5.34. Gunting Kurva

Gambar 5.35. Gunting lengkung

5.10. Palu Palu adalah alat bantu untuk memukul benda kerja yang aman, konstruksinya terdiri dari kepala palu yang keras terbuat dari baja karbon (0.60-0.80%) tersedia dalam beberapa ukuran antara 150-1500 gr, Serta gagang yang disesuaikan dengan ukuran kepala palu. Kepala palu terdiri 86dari dua permukaan yang bisa dipergunakan untuk memukul.

Alat-alat Tangan

Gambar 5.36. Palu kepala ball-pen

Gambar 5.37. Palu kepala cross pen

Bentuk, model, dan ukuran berat palu berbeda-beda sesuai dengan kebutuhan penggunaanya. Model dan ukuran palu dibedakan menjadi dua kelompok, model umum dan model khusus. Model yang umum dipakai adalah palu model ujung bulat (ball-pein), palu model ujung menyilang (cross-pein) dan palu model ujung lurus (stright-pein).

Gambar 5.38. Palu Cakar

87

Teknik Bodi Otomotif

Gambar 5.39. Palu Martil

Palu model khusus dibuat untuk penggunaan khusus misalnya perbaikan bodi kendaraan, untuk menempa, meratakan plat atau membentuk plat.

Palu khusus lainnya yaitu kepala palu lunak yang terbuat dari tembaga, kuningan, kaleng, timbal, plastik, karet, kayu dan sebagainya. Digunakan untuk memukul benda-benda yang permukaanya halus sehingga tidak rusak saat dikerjakan.

Gambar 5.40. Palu Karet

Gambar 5.41. Palu Plastik

88Gambar 5.42. Palu Kayu

Alat-alat Tangan

Palu khusus pekerjaan bodi mempunyai bentuk dan ukuran yang lebih beragam, biasanya palu bentuk tertentu digunakan bersama-sama dengan dolly.

Gambar 5.43. Shrinking hammer

Gambar 5.44. Pick hammer

89Gambar 5.45 . Standar bumping hammer

Teknik Bodi Otomotif

Gambar 5.46. Contoh Penggunaan Palu Khusus untuk Perbaikan Bodi

5.11. Dolly Dolly adalah pasangan dari palu sebagai alas/landasan saat memukul atau membentuk benda kerja pada pekerjaan body, terbuat dari baja karbon yang sangat keras. Bentuk dan ukuranya disesuaikan dengan kebutuhan, bentuk permukaan rata, menyiku, melengkung, bulat, kerucut dan sebagainya. Ada jenis dolly duduk yang serbaguna berukuran besar dan berat untuk membentuk plat yang lebih tebal, menekuk besi pejal, bahkan bisa untuk menempa dan kerja bangku lainnya

Dollly untuk membentuk permukaan plat yang melengkung/cembung

90Gambar 5.47. Berbagai macam dolly

Alat-alat Tangan

Penggunaan palu dan dollly dalam perbaikan body kendaraan dicontohkan seperti gambar berikut:

Gambar 5.48. Contoh penggunaan palu dan dolly untuk meratakan permukaan plat yang melengkung

Gambar 5.49. Metode perataan on-dolly, plat bodi dialasi dolli kemudian dipukul pelan dengan palu

91Gambar 5.50. Metode perataan off-dolly, dolly hanya sebagai penahan plat bodi saja, palu tidak langsung dipukulkan pada dolly

Teknik Bodi Otomotif

5.12. Body Spoon Body spoon mempunyai fungsi hampir sama dengan palu dan dolly, sebagai alat perata bagian bodi kendaraan yang berlekuk atau bentuk-bentuk tetentu yang tidak memungkinkan menggunakan dolly, yaitu dengan cara dicungkil atau sebagai alas pukul pada body yang sempit. Bentuknya seperti sendok terdiri dari batang sebagai peganganatau pengungkit dan bagian kepala sebagai permukaan untuk mencongkel atau alas.

Gambar 5.51. Bentuk dan ukuran body spoon

925.13. Gergaji Menggergaji merupakan salah satu metode dalam memotong benda kerja, gergaji terdiri rangka dan bilah. Rangka gergaji sebagai tempat bilah gergaji dikaitkan dan diklem/dijepit supaya aman serta mudah dalam melepas dan memasang. Gambar 5.52. Penggunaan Body Spoon

Alat-alat Tangan

Gambar 5.54. Sengkang Gergaji

Gambar 5.55. Gergaji Mini

Bilah gergaji mempunyai gerigi, gerigi tersebut mempunyai ukuran tertentu yaitu 18 tpi, 24 tpi dan 32 tpi (teeth per inch) atau jumlah mata gigi dalam satu inchi, pemilihan jumlah mata disesuaikan dengan bahan yang akan dipotong. Misalnya 18 tpi sesuai digunakan untuk memotong bahan yang cukup keras dengan ketebalan lebih dari 5 mm, semakin keras atau tipis bahan yang akan dipotong maka digunakan bilah gergaji yang lebih besar tpi-nya. Pemasangan bilah gergaji adalah mata gigi yang lurus mengarah ke depan.

93Gambar 5.56. Cara Menggunakan Gergaji yang benar

Teknik Bodi Otomotif

5.14. Kikir Pekerjaan mengikir adalah kerja bangku yang belum dapat tergantikan oleh mesin, dengan kikir bisa membentuk atau hanya menghaluskan bagian tertentu dari benda kerja.

Gambar 5.57. Mata Kikir

Gambar 5.58. Gagang kikir

Kikir terdiri dari bilah kikir sebagai permukaan untuk mengikis benda kerja dipasangkan dengan gagang/handle dari kayu atau plastik. Bilah kikir mempunyai bentuk dan ukuran berbeda disesuaikan dengan bentuk benda yang dikerjakan, begitu pula dengan kekasaran permukaan kikisnya. Ukuranya dinyatakan dalam angka yang menunjukan ukuran panjang dalam inchi. Ukuran yang umum 6”,8”,10”,12” dan 14”.

Gambar 5.59. Jenis Alur Kikir

Alur permukaan pada kikir mempunyai dua jenis yaitu single cut yang mempunyai satu alur saja pada pemukaan kikis nya dan yang paling banyak dipakai adalah alur double cut yang mempunyai dua alur yang saling menyilang.

Terdiri dari bermacam bentuk dasar bilah :

• Kikir plat berbentuk rata dan lebar di kedua permukaan, untuk mengikir benda yang permukaanya lebar dan rata. 94

Alat-alat Tangan

• Kikir bilah persegi untuk mengikir sudut siku • Kikir bilah bulat untuk mengikir lubang berbentuk bulat pada benda kerja. • Kikir bilah segi tiga untuk mengikir lubang bersudut pada benda kerja • Kikir jarum berfungsi untuk mengikir benda kerja yang kecil atau lubang-lubang sempit • Kikir bodi digunakan untuk mengikir pada pekerjaan bodi misalnya meratakan permukaan dempul dan sebagainya, kikir bodi mempunyai rangka yang dapat disetel melengkung atau rata sesuai permukaan yang akan dikerjakan. Gambar 5.60. Jenis Kikir Bodi

Cara penggunaan kikir body dengan menggunakan dua tangan, langkah pengikisan saat kikir bergerak maju

5.15. Pahat Dalam kerja bangku pahat dapat digunakan untuk memotong plat tipis, memotong mur/baut yang berkarat, membuka rivet atau paku keling. Pahat dibuat dari batang baja yang sangat keras (baja tuang atau baja karbon 0,80-0,90%), ujung mata potong/penyayat berbentuk pipih tajam dan dikeraskan sebagai permukaan potong sedangkan kepalanya untuk menerima tekanan pukul dari palu.

95

Teknik Bodi Otomotif

Gambar 5.61. Pahat Set

Gambar 5.62. Jenis pahat

Tersedia dalam berbagai bentuk ukuran disesuaikan dengan benda yang dikerjakan. Ujung penyayat akan menjadi tumpul apabila sering dipergunakan, maka bisa dibuat tajam lagi dengan cara digerinda. Begitu juga dengan ujung lainnya karena selalu menerima tekanan dari palu maka pada ujung akan mengembang, maka perlu digerinda untuk mengembalikan ke bentuk semula.

96Gambar 5.63. Perbaikan pahat dengan gerinda

Alat-alat Tangan

Gambar 5.64.Contoh penggunaan pahat

5.16. Penitik Penitik berfungsi untuk memberi tanda berupa titik pada benda kerja supaya tidak tertukar, tanda garis yang akan dikerjakan/dipotong, pertemuan dua garis gambar atau tanda titik tengah (senter) saat akan mulai melubangi dengan mata bor. Penitik mempunyai kepala, dan ujung lancip untuk memberi tanda titik apabila kepalanya dipukul oleh palu, sudut lancip penitik ada dua macam yaitu sudut 45º dan 60º.

Gambar 5.65. Penitik

5.17. Penggores 97Penggores adalah alat untuk memberikan tanda garis atau menggambar pada benda yang akan dikerjakan, misalnya memberi tanda untuk dilipat, dipotong, dilubangi dan sebagainya. Untuk memberi tanda yang lurus digunakan penggores perata yang dilengkapi stand yang dapat disetel sesuai kebutuhan. Penggores

Teknik Bodi Otomotif

dan benda kerja diletakan pada meja perata, kemudian penggores digeserkan maka garus lurus akan terbentuk pada benda kerja.

Gambar 5.66. Penggores biasa, penggores ballpoint, dan penggores perata

Gambar 5.67. Contoh Penggunaan Penggores

Gambar 5.68. Contoh Penggunaan Penggores perata

5.18. Jangka penggores Jangka penggores mempunyai fungsi yang sama dengan

98penggores biasa, kelebihannya yaitu bisa membuat dua garis lurus yang

sejajar, hal ini untuk memudahkan saat memberi tanda pada benda kerja

Alat-alat Tangan

dengan ukuran yang sama. Terdiri dari tiga jenis jangka penggores yaitu jangka penggores lurus untuk menandai garis sejajar diatas permukaan. Jangka penggores permukaan dalam (inside) untuk membuat garis kedua permukaan pada bagian dalam caontohnya pada besi profil U. Jangka penggores permukaan luar (out side) untuk memberi garis pada kedua permukaan benda kerja tepi kanan dan kiri.

Gambar 5.69. Jangka penggores biasa

Gambar 5.70. Jangka penggores out side

99Gambar 5.71. Jangka penggores in side

Teknik Bodi Otomotif

5.19. Skrapper Skrapper atau skrap fungsinya untuk mengaplikasikan dempul apada permukaan bodi kendaraan yang tidak rata, selain itu juga bisa untuk mengikis bekas gasket yang lengket pada blok mesin dan sebagainya.

Gambar 5.72. Skrap

5.20. Ragum/Cekam Ragum digunakan untuk membantu pekerjaan memotong, mengikir, mengelas dan sebagainya dengan cara dicekam supaya pekerjaan menjadi lebih mudah dan aman. Ragum terbuat dari baja cor yang keras, tersedia dalam berbagai ukuran sesuai dengan kebutuhan.

Ragum biasanya ditempatkan pada bangku kerja dengan cara dibautkan langsung (ragum tetap) namun adapula yang hanya dijepitkan dengan klem ulir saja sehingga lebih mudah untuk dipindah-pindahkan (ragum portable). Pada mesin bor terdapat ragum khusus yang mudah digesergeserkan pada meja mesin bor supaya lebih mudah dalam proses pelubangan yang lebih dari satu titik pada benda kerja yang dicekam.

100Gambar 5.73. Ragum meja

Alat-alat Tangan

Gambar 5.74. Ragum portabel

Gambar 5.75. Pelapis penjepit ragum

Gambar 5.76. Ragum benda kerja yang akan di bor

Bagian permukaan untuk menjepit bisa dilepas dan diganti sesuai dengan benda kerjanya, apabila benda kerja yang akan dijepit lebih lunak maka permukaan untuk menjepitnya juga bisa diganti atau dilapisi bahan yang lebih lunak supaya permukaan benda kerja tidak 101rusak saat dikerjakan.

Teknik Bodi Otomotif

5.21. Sikat Logam Sikat berfungsi untuk membersihkan permukaan benda kerja dari karat atau setelah pekerjaan mengikir, mengelas, menyekrap dan sebagainya. Sikat pada kerja bangku ada bebrapa macam berdasarkan bahan kawatnya : sikat kawat baja, sikat kawat kuningan sikat kawat tembaga dan sebagainya

Gambar 5.77. Sikat Kawat

Adapula sikat yang dapat diputar menggunakan bor listrik untuk membersihakan permukaan plat dari karat atau bekas cat dan dempul, pemasangannya sama dengan sama dengan pemasangan mata bor.

Gambar 5.78. Sikat khusus untuk mesin

102

Alat-alat Tangan

Gambar 5.79. Sikat kawat tembaga

5.22. Kape Dempul Kape dempul atau biasa disebut kape berfungsi untuk mengaduk dempul dengan hardener dan memoleskannya pada permukaan yang rata yang akan diberi dempul. Pisau dempul harus selalu dibersihkan setelah dipakai sebelum dempul mengering karena akan membuat permukaan pisau tidak rata saat digunakan kembali untuk mendempul.

Gambar 5.80. Kape dempul

Ukuran dari kape dempul bervariasi, yang terdiri dari ukuran sesuai lebarnya, yaitu: 100 mm, 80 mm, 60 mm, 40 mm maupun 20 mm.

5.23. Tap dan Snai Tap dan snai adalah alat tangan yang berfungsi untuk membuat ulir atau memperbaiki ulir yang rusak. Tap adalah untuk membuat ulir dalam atau ulir pada mur sedangkan snai untuk membuat ulir luar atau ulir pada baut.

Tap dan snai mempunyai ukuran standar yaitu satuan metrik dan satuan inchi. Jika kita akan membuat atau memperbaiki ulir sebuah mur atau baut harus disesuaikan terlebih dahulu ukuran yang tepat.

103

Teknik Bodi Otomotif

Gambar 5.81. Tap dan ukurannya

Ketika akan membuat mengetap untuk membuat ulir pada besi pejal, maka kita harus melakukan pengeboran terlebih dahulu dengan diameter yang lebih kecil dari ulir yang akan dibuat. Kemudian menggunakan ulir kasar nomor 3, nomor 2 dan finishing, seperti diuraikan berikut ini.

Gambar 5.82. Tap ulir whitwort

104

Alat-alat Tangan

Gambar 5.83. Tap ulir metris

Tap dan snai terdiri dari tiga bagian bagian pertama yaitu tap pembentuk, pada ujungnya lebih tirus dan alur ulir pemakannya lebih dangkal karena hanya sebagai pembentuk alur saja untuk mempermudah proses berikutnya.

Bagian yang kedua adalah tap menengah, ulir pemakanannya lebih dalam sudah mulai membentuk alur ulir.

Bagian ketiga adalah tap akhir yang berfungsi sebagai penghalus alur sehingga bisa sesuai dengan ulir pasangannya. Selain menggunakan tap dan snai pembuatan ulir bisa dilakukan dengan menggunakan mesin bubut.

Untuk membuat tap, maka tap dipasangkan pada pemegang/ handle tap, kemudian dikencangkan dengan memutar handle yang juga berfungsi seperti ulir. Setelah kiat mencengkeram, baru tap digunakan.

105Gambar 5.84. Gagang tap

Teknik Bodi Otomotif

Sedangkan untuk snei, juga dipasang pada handel, kemudian dikunci dengan mur pengunci.

Gambar 5.85. Gagang snei

Ulir mempunyai standar dan ukuran tertentu, ada 3 jenis standar ulir yaitu: ulir metris, ulir whitwort dan ulir UNC.

Gambar 5.86. Snei ulir metris

Gambar 5.87. Snei ulir whitwort

106

Alat-alat Tangan

Gambar 5.88. Snei ulir UNC

Pada snei maupun tap terdapat tanda jenis ulir dan ukuranya, misalnya : ¾”-10 UNC. Maksudnya :

¾” = diameter luar dalam inchi 10 = menunjukan jumlah kisaran ulir setiap inchi (kekasaran) UNC = menunjukan ulir jenis UNC

Contoh lain : M10x1,5 M = menunjukan ulir jenis metris 10 = menunjukan diameter dalam mm 1,5 = menunjukan jarak kisar ulir 1,5 mm

5.24. Bolt extractor Bolt extractor adalah alat yang digunakan untuk mencabut baut yang patah. Alat ini penting untuk perbaikan bodi kendaraan, karena biasanya baut yang tidak pernah dibuka, kemungkinan sering terjadi patah. Caranya adalah dengan mengebor baut yang patah dengan diameter yang lebih kecil, kemudian Bolt extractor yang sesuai dengan ukurannya dibautkan. Konstruksi alat ini memiliki ulir kiri (kebalikan dari baut-baut biasanya) sehingga akan mengangkat baut yang patah tadi keluar.

Gambar 5.89. Bolt extractor

Pertanyaan:

1. Apakah fungsi pahat dan pekerjaan apa saja yang bias menggunakan pahat? 2. Sebutkan jenis dan fungsi dari tang! 3. Sebutkan jenis-jenis palu biasa dan palu khusus perbaikan bodi kendaraan dan fungsinya!

Leave a Reply